Ramadan, Dinsos Kota Jambi Perketat Penanganan Anak Jalanan dan Gepeng

Rabu, 25 Februari 2026 - 18:34:24 WIB - Dibaca: 628 kali

Dinas Sosial rutin gelar Asia gepeng dan anak jalanan selama bulan Ramadan.
Dinas Sosial rutin gelar Asia gepeng dan anak jalanan selama bulan Ramadan. (Ahmad)

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Memasuki bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi mengintensifkan penanganan terhadap anak jalanan serta gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beraktivitas di berbagai titik keramaian kota. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketertiban umum sekaligus memberikan perlindungan sosial bagi kelompok rentan.

Peningkatan aktivitas anak jalanan dan gepeng biasanya terjadi menjelang waktu berbuka puasa. Karena itu, petugas Dinsos bersama tim terkait rutin melakukan patroli di sejumlah lokasi strategis seperti persimpangan lampu merah, kawasan pasar tradisional, hingga pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan bukan semata-mata razia penertiban, melainkan bagian dari upaya pembinaan dan perlindungan sosial yang lebih humanis.

“Selama Ramadan ini patroli kami intensifkan agar Kota Jambi tetap aman, tertib, dan nyaman. Namun yang paling utama adalah memastikan anak-anak tidak berada di jalan serta terhindar dari risiko kekerasan maupun eksploitasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap anak jalanan maupun gepeng yang terjaring akan melalui proses pendataan dan asesmen awal. Selanjutnya mereka dibawa ke kantor Dinsos untuk mendapatkan pembinaan, edukasi, serta penanganan sesuai kebutuhan masing-masing.

Apabila dalam proses pendataan ditemukan indikasi eksploitasi, terutama yang melibatkan anak di bawah umur, Dinsos akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain penertiban, Dinsos juga mengedepankan pendekatan persuasif kepada keluarga anak jalanan agar mereka tidak kembali turun ke jalan. Program pembinaan dan rujukan bantuan sosial disiapkan sebagai langkah jangka panjang untuk memutus mata rantai persoalan sosial tersebut.

Yunita turut mengimbau masyarakat Kota Jambi agar tidak memberikan uang secara langsung kepada pengemis di jalan. Menurutnya, kebiasaan tersebut justru berpotensi memicu munculnya anak jalanan baru dan memperpanjang persoalan sosial di perkotaan.

Ia mendorong masyarakat yang ingin bersedekah selama Ramadan untuk menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi atau program sosial pemerintah agar lebih tepat sasaran dan berdampak berkelanjutan.

“Ramadan adalah bulan berbagi. Namun mari berbagi dengan cara yang bijak, sehingga niat baik kita benar-benar membantu dan tidak tanpa sadar memperpanjang persoalan sosial,” tegasnya.

Pemerintah Kota Jambi berharap, dengan patroli rutin dan dukungan masyarakat, suasana Ramadan di Kota Jambi dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan penuh kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan. (ahmad)





BERITA BERIKUTNYA