JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Volume sampah di Kota Jambi mengalami peningkatan cukup signifikan selama bulan suci Ramadan. Data dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo menunjukkan adanya lonjakan timbulan sampah harian yang dipicu meningkatnya aktivitas masyarakat selama bulan puasa.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, rata-rata volume sampah yang masuk ke TPA Talang Gulo pada periode 1 hingga 19 Februari 2026, atau sebelum Ramadan, tercatat sekitar 380 ton per hari.
Namun setelah memasuki bulan Ramadan, tepatnya pada periode 20 Februari hingga 7 Maret 2026, jumlah sampah yang masuk ke TPA Talang Gulo meningkat menjadi sekitar 408 ton per hari.
Dengan demikian, terjadi kenaikan timbulan sampah sebesar 28 ton per hari atau sekitar 6,68 persen dibandingkan periode sebelum Ramadan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Mahruzar, mengatakan bahwa peningkatan volume sampah tersebut merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun selama bulan Ramadan. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas masyarakat, khususnya dalam hal konsumsi makanan dan minuman.
Menurutnya, selama Ramadan banyak masyarakat yang membeli makanan siap saji untuk berbuka puasa maupun sahur. Aktivitas tersebut secara tidak langsung berdampak pada meningkatnya penggunaan kemasan sekali pakai seperti plastik, kotak makanan, dan gelas minuman yang kemudian menjadi sampah.
“Selama Ramadan aktivitas masyarakat meningkat, terutama saat berbuka puasa dan sahur. Dampaknya volume sampah juga ikut naik. Dari data yang kami catat, kenaikannya sekitar 28 ton per hari dibandingkan sebelum Ramadan,” ujar Mahruzar.
Ia menjelaskan, peningkatan sampah tersebut umumnya didominasi oleh sampah rumah tangga dan sampah dari sektor kuliner, terutama dari pedagang makanan dan minuman yang banyak bermunculan di berbagai titik kota selama bulan puasa.
Untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan sampah di sejumlah wilayah, DLH Kota Jambi terus melakukan pemantauan terhadap jumlah sampah yang masuk ke TPA Talang Gulo setiap harinya. Jika terjadi peningkatan signifikan, pihaknya akan melakukan penyesuaian pada sistem pengangkutan.
“Kami terus memonitor timbulan sampah yang masuk ke TPA Talang Gulo. Jika volume terus meningkat, kami akan menambah ritasi armada pengangkut sampah agar pelayanan tetap optimal,” jelasnya.
Selain itu, DLH Kota Jambi juga telah menyiapkan strategi khusus menjelang malam takbiran, yang biasanya menjadi salah satu momen dengan peningkatan volume sampah paling tinggi sepanjang tahun.
Pada malam takbiran, aktivitas masyarakat di pusat kota, kawasan kuliner, dan tempat keramaian meningkat drastis. Kondisi tersebut biasanya diikuti dengan lonjakan sampah yang cukup signifikan dalam waktu singkat.
“Kami sudah menyiapkan tim khusus di lapangan, terutama pada malam takbiran. Biasanya pada momen itu sampah meningkat cukup signifikan, sehingga pengangkutan akan kami percepat agar tidak terjadi penumpukan,” tambah Mahruzar.
Lebih lanjut, Mahruzar juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan selama bulan Ramadan hingga perayaan Idulfitri. Ia mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan, termasuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah, tidak membuang sampah sembarangan, serta sebisa mungkin mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” tutupnya. (ahmad)
Camat Pastikan, Bupati Tebo Akan Temui Perwakilan Warga Sungai Bengkal Pasca Lebaran
Wakil ketua DPRD Kota Jambi Yasir Ajak Warga Maknai Idul Fitri sebagai Momentum Kepedulian Sosial
H-3 Lebaran, Masjid Agung Al Ittihad Tebo Jadi Rest Area Favorit Pemudik
Cek Endra Makin Kokoh, Raih Suara Terbanyak DPR RI dari Jambi
Cek Endra Makin Kokoh, Raih Suara Terbanyak DPR RI dari Jambi
Wako Jambi Targetkan Pembangunan Danau Telago Kajang Lako Rampung Akhir 2026