JAMBIPRIMA.COM,. MERANGIN – Memasuki penghujung bulan suci Ramadan, jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polsek Tabir Ulu melakukan kegiatan sosial sekaligus edukasi kepada masyarakat di wilayah hukum mereka. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Tabir Ulu, Iptu Supranata, dengan menyambangi warga di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tabir Ulu dan Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat sekaligus mendorong perubahan pola ekonomi masyarakat agar lebih berkelanjutan. Melalui pendekatan persuasif dan dialog langsung, Kapolsek mengajak warga yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas tambang rakyat untuk mulai beralih ke sektor ekonomi hijau yang lebih ramah lingkungan dan memiliki prospek jangka panjang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembagian takjil kepada masyarakat yang melintas di sejumlah titik strategis yang menjadi jalur penghubung antara Kecamatan Tabir Ulu dan Tabir Barat. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh warga, terutama para pengguna jalan yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Setelah kegiatan berbagi takjil, Kapolsek bersama personel melanjutkan agenda dengan menyambangi rumah-rumah tokoh masyarakat di berbagai desa di kedua kecamatan tersebut. Suasana penuh keakraban terlihat saat aparat kepolisian dan warga duduk bersama dalam kegiatan buka puasa bersama sembari berdiskusi mengenai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Kapolsek Tabir Ulu, Iptu Supranata, mengatakan bahwa wilayah Tabir Ulu dan Tabir Barat memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sektor ekonomi yang lebih berkelanjutan.
“Kami menyadari bahwa karakteristik wilayah Tabir Ulu dan Tabir Barat memiliki potensi alam yang luar biasa. Melalui momen buka bersama ini, kami ingin berdialog dari hati ke hati dengan masyarakat mengenai masa depan lingkungan dan ekonomi kita bersama,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, pihak kepolisian juga secara intensif mensosialisasikan konsep ekonomi hijau kepada masyarakat. Program ini mendorong warga untuk beralih dari aktivitas tambang yang berisiko merusak lingkungan menuju sektor usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Beberapa sektor yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di wilayah tersebut antara lain sektor perikanan dan pertanian. Untuk sektor perikanan, masyarakat didorong memanfaatkan lahan yang tersedia di wilayah Tabir Ulu untuk membangun kolam ikan air tawar yang dapat menjadi sumber penghasilan baru.
Sementara itu, di wilayah Tabir Barat, masyarakat diajak untuk mengembangkan sektor pertanian, khususnya budidaya jagung. Lahan yang subur di kawasan tersebut dinilai sangat potensial untuk dijadikan sebagai sentra produksi jagung yang mampu mendukung ketahanan pangan daerah.
Kapolsek juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait pemasaran hasil pertanian mereka. Pemerintah, melalui Perum Bulog, disebut siap memberikan dukungan dengan menyerap hasil panen jagung petani sehingga harga tetap stabil dan menguntungkan bagi masyarakat.
“Pemerintah melalui Bulog kini memberikan perhatian serius. Hasil panen jagung warga akan dipantau dan diserap, sehingga rantai distribusi lebih jelas dan harga tetap kompetitif,” tegas Iptu Supranata.
Kehadiran jajaran kepolisian di tengah masyarakat mendapat sambutan positif dari para tokoh masyarakat di Tabir Barat dan Tabir Ulu. Mereka menilai kegiatan tersebut tidak hanya mempererat hubungan antara aparat dan warga, tetapi juga memberikan wawasan baru mengenai peluang ekonomi yang lebih ramah lingkungan.
Salah seorang tokoh masyarakat Tabir Barat menyampaikan apresiasinya terhadap langkah yang dilakukan oleh Kapolsek Tabir Ulu dan jajarannya. Menurutnya, edukasi mengenai ekonomi hijau memberikan harapan baru bagi generasi mendatang.
“Kami sangat mendukung langkah Kapolsek. Edukasi tentang ekonomi hijau ini memberikan harapan baru bagi anak cucu kami agar tidak hanya bergantung pada tambang yang berpotensi merusak alam, tetapi beralih ke pertanian yang dijamin oleh pemerintah,” ujarnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan oleh masyarakat dan aparat kepolisian. Doa tersebut ditujukan untuk keselamatan, keamanan wilayah, serta harapan agar masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.
Kapolsek berharap dengan adanya dukungan dari pemerintah, termasuk jaminan penyerapan hasil pertanian oleh Bulog, masyarakat di sepanjang wilayah aliran sungai di Tabir Ulu dan Tabir Barat dapat perlahan meninggalkan aktivitas tambang ilegal dan beralih ke sektor ekonomi yang lebih aman, ramah lingkungan, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan alam sekitar.
Kuota Lansia Haji Jambi 2027 Hanya 164 Orang, Usia Termuda 83 Tahun
Ratusan Sekolah di Jambi Butuh Guru, Pemprov Usulkan 1.800 Formasi CPNS
Bukan Cuma Bisnis, UNJA Bawa Budaya Melayu Jambi dan Komedi ke Podium KMI Expo 2026
Nela Ervina Kembali Diperiksa Kejari Jambi, Kasus Korupsi Pajak Rugikan Negara Rp1,37 Miliar
BMKG Prediksi Musim Hujan Jambi Mulai Akhir Oktober, Puncaknya Desember 2026
Ketua DPRD Jambi Kecam Kecelakaan Truk Batu Bara, Tegaskan Keselamatan Warga Prioritas