JAMBIPRIMA.COM,. MUARO JAMBI – Komisi II DPRD Provinsi Jambi melakukan kunjungan kerja ke Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UMKM (Disperindag UMKM) Kabupaten Muaro Jambi, Senin (16/3/2026). Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, bersama sejumlah anggota Komisi II, di antaranya Erpan dan Amrizal.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya DPRD Provinsi Jambi dalam memantau kondisi harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, rombongan legislatif juga ingin mengetahui secara langsung langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi serta menjaga stabilitas harga pangan di tengah meningkatnya permintaan masyarakat selama bulan Ramadan.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan Komisi II DPRD Provinsi Jambi berdialog dengan jajaran Disperindag dan UMKM Kabupaten Muaro Jambi untuk mendapatkan gambaran kondisi pasar serta program intervensi pemerintah yang telah disiapkan.
Kabid Perdagangan Disperindag dan UMKM Kabupaten Muaro Jambi, Samsul Hidayat, menjelaskan bahwa pemerintah daerah bersama Disperindag Provinsi Jambi telah menyiapkan berbagai program untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok, di antaranya melalui operasi pasar (OP) gas LPG serta penyelenggaraan pasar murah bagi masyarakat.
Ia menyebutkan, sebanyak 560 tabung gas LPG disalurkan untuk setiap daerah pemilihan (dapil) sebagai bagian dari operasi pasar yang dilakukan pemerintah. Khusus di wilayah Simpang Sungai Duren, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), jumlah distribusi LPG bahkan mencapai 1.120 tabung karena kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan program pasar murah.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan paket sembako murah yang ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran.
“Untuk pasar murah, kami menyiapkan sebanyak 850 paket sembako bagi masyarakat Desa Simpang Sungai Duren. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, serta minyak goreng 1 liter,” ujar Samsul Hidayat.
Paket sembako tersebut sebenarnya memiliki harga Rp125 ribu, namun pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp75 ribu melalui Disperindag Provinsi Jambi. Dengan demikian, masyarakat hanya perlu membayar Rp50 ribu untuk setiap paket sembako.
Dalam kesempatan itu, pihak Disperindag juga memaparkan perkembangan harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Muaro Jambi per 16 Maret 2026. Harga cabai merah berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, daging sapi sekitar Rp150 ribu per kilogram, sedangkan daging ayam berkisar Rp38 ribu per kilogram.
Menurut Samsul, posisi Kabupaten Muaro Jambi sebagai daerah penyanggah Kota Jambi membuat dinamika harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut cenderung mengikuti pergerakan harga yang terjadi di Kota Jambi.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan Komisi II DPRD Provinsi Jambi, terdapat sejumlah komoditas bahan pokok yang mengalami kenaikan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Dari sembilan bahan pokok yang kami pantau, terdapat tujuh komoditas yang mengalami kenaikan harga. Sementara dua komoditas lainnya mengalami penurunan, tetapi tidak terlalu signifikan,” ungkap Ivan.
Ia berharap penurunan harga pada beberapa komoditas tersebut dapat terus dijaga dan tidak kembali melonjak yang berpotensi menimbulkan spekulasi harga di lapangan.
Lebih lanjut, Ivan Wirata menilai bahwa lonjakan harga kebutuhan pokok yang hampir selalu terjadi menjelang hari besar keagamaan seharusnya dapat diantisipasi apabila daerah memiliki program pertanian yang kuat serta sistem produksi pangan yang baik.
Menurutnya, Kabupaten Muaro Jambi memiliki potensi besar untuk memperkuat sektor pertanian karena posisinya sebagai daerah penyanggah bagi Kota Jambi.
“Muaro Jambi ini merupakan daerah penyanggah Kota Jambi. Jika program pertanian di daerah ini benar-benar diperkuat dan berjalan optimal, tentu kebutuhan pangan masyarakat bisa dipenuhi dari daerah sendiri. Dengan begitu, ketahanan pangan akan lebih stabil dan tidak selalu bergantung pada pasokan dari luar daerah,” jelasnya.
Pandangan serupa juga disampaikan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jambi, Erpan. Ia menilai bahwa fenomena kenaikan harga bahan pokok yang terus terjadi setiap menjelang Idul Fitri merupakan persoalan klasik yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.
Menurut Erpan, berbagai program seperti operasi pasar murah, pembagian sembako gratis maupun kegiatan sosial lainnya memang dapat membantu masyarakat, tetapi sifatnya hanya sebagai langkah jangka pendek untuk meredam keluhan masyarakat.
“Program seperti pasar murah dan bantuan sembako memang sangat membantu masyarakat. Namun pada dasarnya itu hanya mengurangi keluhan sesaat. Sementara solusi yang benar-benar menyentuh akar persoalan dan mampu menstabilkan harga secara berkelanjutan masih perlu dirumuskan secara lebih komprehensif,” tegasnya.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah ke depan dapat merancang langkah-langkah strategis yang lebih kuat, terutama dalam memperkuat sektor produksi pangan lokal, meningkatkan distribusi, serta memastikan ketersediaan stok bahan pokok agar stabilitas harga dapat terjaga secara berkelanjutan.
Dengan langkah yang lebih terencana dan terintegrasi, diharapkan persoalan kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan tidak lagi menjadi persoalan rutin yang selalu terjadi setiap tahun. (Ahmad)
#jambiprima.com #ivanwirata #wakadprd
Camat Pastikan, Bupati Tebo Akan Temui Perwakilan Warga Sungai Bengkal Pasca Lebaran
Wakil ketua DPRD Kota Jambi Yasir Ajak Warga Maknai Idul Fitri sebagai Momentum Kepedulian Sosial
H-3 Lebaran, Masjid Agung Al Ittihad Tebo Jadi Rest Area Favorit Pemudik
Cek Endra Makin Kokoh, Raih Suara Terbanyak DPR RI dari Jambi
Cek Endra Makin Kokoh, Raih Suara Terbanyak DPR RI dari Jambi
RAMAI DI TEBO! Tokoh Adat Tak Diajak Bahas Batas Sungai Bengkal, Dewan Angkat Bicara