JAMBIPRIMA.COM,. MERANGIN – Kondisi Pasar Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, memprihatinkan. Tumpukan sampah terlihat menggunung di sejumlah titik pasar, bahkan menimbulkan bau tidak sedap yang dikeluhkan warga dan pedagang, terutama pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ironisnya, para pedagang mengaku telah membayar iuran kebersihan kepada pengelola pasar selama momentum Lebaran. Namun, hingga sepekan setelah hari raya, sampah tak kunjung diangkut dan justru semakin menumpuk hingga menutup sebagian badan jalan pasar.
Akibatnya, aktivitas jual beli menjadi terganggu. Kondisi jalan yang menyempit karena tumpukan sampah menyebabkan kemacetan dan kerumunan pengunjung yang berdesakan, terutama pada jam-jam ramai.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Kabupaten Merangin, Lazi, mengakui bahwa kondisi tersebut dipicu oleh kekurangan tenaga kebersihan. Ia menyebut, sejumlah petugas yang bertugas di wilayah Tabir telah mengundurkan diri karena tidak sanggup melanjutkan pekerjaan.
“Iya, anggota di sana sudah mengundurkan diri. Mereka tidak sanggup lagi. Sekarang kami juga kesulitan mencari pengganti,” ujar Lazi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (26/3).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, salah satu alasan mundurnya petugas kebersihan adalah rendahnya upah yang diterima. Disebutkan, gaji petugas kebersihan hanya berkisar Rp1,2 juta per bulan, yang dinilai tidak sebanding dengan beban kerja di lapangan.
“Gajinya kecil, hanya sekitar Rp1,2 juta per bulan. Jadi mereka memilih mundur,” ungkap sumber internal.
Sementara itu, warga Kecamatan Tabir mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten Merangin dalam menangani persoalan sampah, khususnya di kawasan pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut warga, kondisi ini seolah dibiarkan tanpa penanganan cepat, meskipun pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Merangin sebelumnya telah menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Tumpukan sampah sudah seperti gunung. Kalau kendaraan ramai, kami susah lewat. Ini pasar, bukan tempat pembuangan sampah,” keluh salah seorang warga.
Warga juga menyoroti tetap dipungutnya retribusi kebersihan oleh pemerintah, namun pelayanan yang diberikan dinilai tidak maksimal.
“Retribusi tetap ditarik, tapi sampah tidak pernah dibersihkan. Apa memang seperti ini kinerja pemerintah?” tambahnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan konkret, mulai dari penambahan tenaga kebersihan hingga perbaikan sistem pengelolaan sampah, agar kondisi Pasar Rantau Panjang kembali bersih dan nyaman untuk aktivitas jual beli. (Lil)
RSUD STS Tebo Bungkam? SMSI Kembali Tagih Jawaban 11 Pertanyaan Dana BLUD
Diza Buka Festival Layang-Layang dan Jajanan Bengen, Hidupkan Kembali Tradisi dan Kuliner Masa Lalu
Dua Pejabat Disdik Kota Jambi Mundur, Wali Kota: Pilihan Kembali ke Jabatan Fungsional
Puncak El Nino, Manggala Agni Ingatkan Warga Waspada Karhutla
Pinjaman Pemkab Tebo ke PT SMI Dipangkas, Proyek Jalan Menyusut Jadi 7 Km