JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Sejumlah aktivis lingkungan di Kabupaten Tebo menyoroti sikap Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLH-Hub) Kabupaten Tebo yang dinilai belum mengambil langkah tegas terkait dugaan pengalihan alur sungai di kawasan lahan Bagong, Desa Sido Rukun, Kecamatan Rimbo Ulu.
Dugaan pengalihan alur sungai tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar. Namun hingga saat ini, langkah konkret dari pihak terkait dinilai belum terlihat.
Pemerhati lingkungan dan sosial, Shahril RA Permata, menyampaikan bahwa kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Menurutnya, pengalihan alur sungai bukan persoalan sederhana karena dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem.
“Ini bukan persoalan kecil. Pengalihan alur sungai berpotensi berdampak pada lingkungan. Kami berharap ada langkah yang lebih jelas agar tidak menimbulkan kesan pembiaran,” ujarnya, Selasa (07/04/2026).
Ia menambahkan, meskipun sungai tersebut belum tentu terdata secara administratif di instansi seperti Balai Wilayah Sungai (BWS), pengalihan alur tetap harus melalui mekanisme dan perizinan yang berlaku.
Shahril juga mendorong Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tebo untuk kembali turun ke lapangan guna melakukan verifikasi menyeluruh serta mengambil langkah lanjutan, termasuk apabila diperlukan merekomendasikan penanganan kepada aparat penegak hukum (APH).
“Apabila ditemukan pelanggaran, tentu ada mekanisme hukum yang bisa ditempuh. Tujuannya agar perlindungan terhadap lingkungan tetap terjaga,” katanya.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, setiap perubahan alur sungai tanpa izin dapat dikenakan sanksi. Ketentuan pidana juga dapat diterapkan apabila tindakan tersebut menimbulkan kerusakan lingkungan atau kerugian bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas LH-Hub Kabupaten Tebo, Eryanto, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu surat dari Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi terkait status sungai tersebut sebelum menentukan langkah lebih lanjut.
Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat yang berharap adanya kejelasan serta penanganan yang tepat guna mencegah potensi dampak lingkungan yang lebih luas.
Kalau ingin saya buatkan juga versi lebih tajam untuk media online nasional atau versi lebih singkat, saya bisa buatkan juga. (Syh)
#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #Tebo #Jambi #DPRD #BupatiTebo
Dari Tebo ke Magelang: KM Ikuti Retreat Khusus Ketua DPRD, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah
8 Calon Siap Rebut Kursi Kades, Ada Srikandi Tangguh di Tengah Persaingan
Camat Tebo Ilir Rehab Makam Keramat Tanpa Dana APBD, Ini Sosok di Baliknya!
Pemkot Jambi Siapkan Lelang Sekda dan Jabatan Eselon II Pertengahan 2026
Dikonfirmasi Wartawan, Humas Montd’or Oil Akui Off Duty Saat Disinggung Rencana Jalur Pipa TMMD