Parah! 3 Titik Jalan Nasional Niam–Lubuk Tenggelam, Akses Tebo ke Tanjab Barat Putus

Sabtu, 18 April 2026 - 10:03:03 WIB - Dibaca: 149 kali

Ruas Jalan Nasional Simpang Niam- Lubuk Kambing yang Terletak di Dusun Sungai Landai (Simpang PT WKS), Desa Lubuk Mandarsah, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.
Ruas Jalan Nasional Simpang Niam- Lubuk Kambing yang Terletak di Dusun Sungai Landai (Simpang PT WKS), Desa Lubuk Mandarsah, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. (David )

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Banjir yang melanda Desa Lubuk Mandarsah, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi menyebabkan akses jalan nasional penghubung Kabupaten Tebo dengan Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) terganggu.

Kepala Desa Lubuk Mandarsah, Zulpan Saripudin, SH, menyampaikan bahwa ruas Jalan Nasional Simpang Niam–Lubuk Kambing saat ini terendam banjir di tiga titik yang berada di wilayah desanya.

“Tiga titik jalan yang terendam banjir berada di Dusun Tanjung Pauh, Dusun Lubuk Punggur, dan Dusun Sungai Landai atau Simpang PT Wira Karya Sakti (WKS),” ujar Zulpan.

Dari ketiga lokasi tersebut, titik terparah untuk jalan lintas utama berada di Dusun Sungai Landai. Di lokasi itu, kendaraan disebut tidak bisa melintas sama sekali karena ketinggian air kurang lebih mencapai satu sampai dua meter.

“Akses yang benar-benar tidak bisa dilalui kendaraan berada di Dusun Sungai Landai untuk tanggal 17 April 2026, dan untuk dusun lubuk Punggur akses jalan utama terputus total, jalan ini merupakan penghubung desa lubuk mandarsah menuju desa kunangan maupun kelurahan sungai bengkal, Berdasarkan informasi warga, hari ini air kembali naik, pagi ini saya akan turun langsung mengecek kondisi di lapangan,” katanya sat dikonfirmasi jambiprima.com, Sabtu 18 April 2026.

Selain merendam jalan nasional, banjir juga berdampak pada permukiman warga. Laporan terakhir, sebanyak 141 rumah warga terendam air. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada korban jiwa,” tambahnya.

Menurut Zulpan, banjir yang terjadi di wilayah Lubuk Mandarsah merupakan limpahan aliran sungai dari kawasan Bukit Tiga Puluh. Ia menilai upaya normalisasi sungai-sungai kecil akan kurang efektif untk jangka pendek, apabila kawasan hulu tidak lagi mampu menahan debit air akibat berkurangnya pepohonan penyangga.

“Kayu-kayu penyangga di kawasan atas sudah banyak ditebang. Kalau kondisi hulu tidak kuat lagi menahan air, maka wilayah bawah akan terus terdampak,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar badan jalan di wilayah Dusun Sungai landai dan dusun lubuk Punggur ditinggikan sebagai solusi jangka pendek, sehingga saat banjir terjadi akses utama masyarakat dari Kabupaten Tebo menuju Tanjab Barat dan akses dari desa lubuk mandarsah menuju desa kunangan - kelurahan sungai bengkal maupun sebaliknya tidak terputus.

Selain itu, pihak desa bersama tokoh masyarakat serta unsur pemerintahan kecamatan telah membahas langkah jangka panjang berupa normalisasi daerah aliran sungai (DAS) dan penanaman kembali pepohonan di kawasan penyangga.

“Kalau DAS dibenahi dan dilakukan penghijauan kembali, tentu ke depan dampaknya akan positif untuk mencegah banjir berulang,” katanya.

Zulpan juga mengimbau masyarakat yang hendak melintas dari arah Lubuk Mandarsah menuju Lubuk Kambing, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, atau sebalaiknya agar berhati-hati.

Untuk kendaraan pribadi, warga disarankan menggunakan jalur alternatif apabila air kembali naik menutupi akses jalan utama di dusun sungai landai, jalur alternatif melalui Bukit Rinting tembus ke Dusun Pelayang Tebat, Desa Lubuk Mandarsah. Sementara kendaraan bertonase berat diminta menunda perjalanan sementara waktu hingga kondisi jalan kembali normal. (DVD)

 

 

#jambiprima.com #bpjn #gubernurjambi #woharis #kementerianpu #balaiwilayahjalan #dpr #dprd #jambi #tebo





BERITA BERIKUTNYA