JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jambi menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2026 di Aula Maschun Sofwan, Jumat (17/4). Kegiatan ini membahas evaluasi program kerja serta penyusunan rencana kerja ke depan.
Waka Orgakum Kwarda Pramuka Jambi, Kak Jangcik Mohza, mengatakan Rakerda merupakan agenda tahunan organisasi dalam pengendalian operasional.
"Layaknya Kwarda Gerakan Pramuka Jambi, sebagai wadah pengelola satuan organisasi Gerakan Pramuka, yang dipimpin secara kolektif dan kolagial ditingkat Provinsi Jambi, yang berfungsi sebagai hasil musyawarah daerah dan menjalankan visi dan misi Kwarda Jambi," katanya.
Ia menyebutkan, Rakerda 2026 mengusung tema sinergitas pelaksanaan Program 12 Bakti guna mendukung pencapaian rencana strategis Kwarda Pramuka Jambi.
Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, yang mewakili Ketua Mabida Pramuka Jambi, mengatakan Rakerda penting untuk evaluasi dan perencanaan program ke depan.
"Bersama melakukan evaluasi terkait program kerja, organisasi dan menyusun program kerja tahun 2027 mendatang, jadi penting bagi kita untuk menyusun perencanaan dilevel Kwarnas, Kwarda hingga Kwarcab," ujarnya.
Dalam Rakerda tersebut, Kwarda Pramuka Jambi juga menargetkan 2.805 Pramuka Garuda.
Kegiatan dihadiri unsur pimpinan Kwarda, Kepala LPP TVRI Jambi, Kepala LPP RRI Jambi, Rektor Universitas Adhiwangsa Jambi, serta jajaran Kwarcab dan pengurus lainnya.
Rangkaian kegiatan meliputi penyerahan palu sidang, penandatanganan kerja sama dengan Universitas Adhiwangsa Jambi, penyerahan apresiasi gugus depan, serta peluncuran logo dan maskot Jambore Daerah Jambi 2026. (Sab)
Reses Bersama Komunitas Senam, Heru Kustanto Dorong Budaya Hidup Sehat di Jambi
Mahasiswa HPI UIN STS Jambi Juara 1 LKTI Internasional, Harumkan Nama Kampus di Kancah Global
Akad Pinjaman PT SMI Segera Teken, Lelang Jalan Paal 12–Unit 15 Tebo Siap Ditayangkan
DPRD Dorong Talang Banjar Bersih dan Tertib dari Sampah serta PKL
Maulana Pimpin Persiapan MTQ ke-55, Kota Jambi Target Jadi Tuan Rumah Terbaik
Bimtek Safety Driving Digelar, Kemenhub Dorong Standar Keselamatan Angkutan Barang Lebih Ketat