Target “Informatif” Tanpa Kompromi, UIN STS Jambi Genjot Tata Kelola hingga Jurnal Ilmiah

Kamis, 23 April 2026 - 09:59:37 WIB - Dibaca: 58 kali

Wakil Rektor II UIN STS Jambi Dr. Pahmi memimpin rapat koordinasi strategis bersama jajaran pimpinan dan unit kerja di ruang rapat lantai tiga, Rabu (22/4/2026).
Wakil Rektor II UIN STS Jambi Dr. Pahmi memimpin rapat koordinasi strategis bersama jajaran pimpinan dan unit kerja di ruang rapat lantai tiga, Rabu (22/4/2026). ( Syafitri Handayani)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Wakil Rektor II UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Dr. Pahmi, memimpin rapat koordinasi strategis, Rabu (22/4/2026). Rapat yang berlangsung di ruang lantai tiga ini dihadiri Kepala Biro, para Wakil Dekan II, kepala bagian, ketua tim, hingga perwakilan unit pelaksana teknis.

Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai isu strategis kampus yang dibahas. Dalam arahannya, Dr. Pahmi menegaskan pentingnya penguatan tata kelola kampus secara terintegrasi, termasuk kesiapan implementasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Ia menyebutkan, kebijakan Kementerian Agama mengharuskan setiap satuan kerja memiliki PPID aktif. Targetnya, UIN STS Jambi tahun ini harus mampu mencapai kategori informatif secara optimal.

“Tidak ada kompromi, tahun ini kita harus informatif. Mohon kerjasama dari semua pihak,” tegasnya.

Tak hanya itu, peningkatan kualitas jurnal ilmiah juga menjadi perhatian serius. Dr. Pahmi menargetkan minimal seluruh jurnal di lingkungan kampus bisa meraih akreditasi SINTA 2. Untuk mendukung hal tersebut, kampus disebut telah menyiapkan anggaran yang memadai.

Dalam kesempatan itu, ia juga mendorong kolaborasi antara Wakil Dekan II dan kepala bagian, khususnya dalam mengidentifikasi profesi untuk pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Sejumlah bidang yang disiapkan antara lain jurnalis, penyiar, konselor, pembimbing manasik haji dan umrah, serta mediator dari Fakultas Syariah.

Rapat juga membahas persiapan pelaksanaan kurban tahun 2026. Berdasarkan data sementara, partisipasi dari berbagai fakultas dan unit kerja cukup tinggi. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan menargetkan lima sapi dan satu kambing, sementara Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama menyiapkan satu sapi dan satu kambing.

Fakultas Adab dan Humaniora serta Fakultas Syariah turut ambil bagian, disusul Fakultas Dakwah, Fakultas Sains dan Teknologi, serta FEBI. Program Pascasarjana, UPT, rektorat, hingga unit pendukung lainnya juga menunjukkan komitmen serupa.

Di sisi lain, sejumlah kendala juga mengemuka dalam rapat. Masalah sarana dan prasarana menjadi isu dominan, mulai dari pendingin udara di ruang kuliah yang perlu diperbaiki hingga kursi yang harus diganti. Selain itu, gedung lama Fakultas Tarbiyah direncanakan untuk dioptimalkan kembali pemanfaatannya.

Berbagai catatan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama guna mendorong peningkatan kualitas layanan dan tata kelola kampus ke depan. (San)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA