JAMBIPRIMA.COM, TANJAB BARAT – Kenaikan harga kebutuhan pokok dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir di Desa Muara Seberang dan Desa Kuala Baru, Kecamatan Tungkal Ilir.
Kondisi ini mendorong berbagai upaya di tingkat desa untuk menjaga daya beli warga, salah satunya melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di kawasan pelabuhan penyeberangan, Rabu (22/04/2026).
Bagi warga desa yang sebagian besar bergantung pada aktivitas perikanan dan mobilitas antarwilayah melalui jalur air, akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau menjadi kebutuhan mendesak.
Letak geografis yang terpisah oleh perairan membuat biaya distribusi kerap berdampak pada harga jual di tingkat konsumen.
Sejak pagi, warga sudah memadati area pelabuhan. Tidak sedikit dari mereka baru tiba dari penyeberangan, sementara lainnya datang khusus untuk mendapatkan beras murah yang dinilai sangat membantu di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Program ini menyediakan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) kemasan 5 kilogram, dengan total distribusi mencapai 400 kilogram atau 80 karung.
Meski jumlahnya terbatas, keberadaan program tersebut dinilai cukup efektif menekan pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi keluarga nelayan dan pekerja harian.
Di tingkat desa, kegiatan seperti ini tidak hanya dipandang sebagai bantuan sesaat, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan lokal.
Perangkat desa bersama unsur terkait terus berupaya memastikan distribusi berjalan merata dan tepat sasaran, terutama bagi warga yang paling terdampak kenaikan harga.
Lokasi pelabuhan dipilih bukan tanpa alasan. Selain menjadi pusat aktivitas masyarakat, pelabuhan juga menjadi titik temu warga dari berbagai wilayah sekitar.
Hal ini memudahkan akses tanpa menambah beban biaya transportasi, yang selama ini menjadi salah satu kendala utama bagi masyarakat pesisir dalam memenuhi kebutuhan pokok.
Kondisi ini menggambarkan bagaimana desa-desa pesisir menghadapi tantangan ganda, yakni keterbatasan akses distribusi dan fluktuasi harga pasar. Oleh karena itu, intervensi seperti GPM menjadi salah satu solusi jangka pendek yang cukup dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ke depan, warga berharap program serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas. Selain itu, penguatan sektor ekonomi desa, termasuk dukungan terhadap nelayan dan pelaku usaha kecil, dinilai penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga memiliki ketahanan ekonomi yang lebih kuat.
"Dengan berbagai dinamika tersebut, Desa Muara Seberang dan Kuala Baru menunjukkan bahwa persoalan pangan bukan sekadar isu distribusi, melainkan juga menyangkut akses, daya beli, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat desa secara keseluruhan," katanya. (Sab)
Warga dan Polisi Turun Tangan Bersihkan Parit 2 Patunas, Aliran Air Kembali Lancar
Polres Tanjab Barat Tangkap Pengedar Sabu di Penginapan, Amankan Sejumlah Barang Bukti
Parah! 3 Titik Jalan Nasional Niam–Lubuk Tenggelam, Akses Tebo ke Tanjab Barat Putus
Isu Saldo Nasabah Hilang Viral, Bank Jambi Buka Layanan di Hari Libur
Cek Endra Tegaskan Soliditas, Syufrayogi Syaiful Resmi Nahkodai Golkar Tanjab Barat
PetroChina Jabung Resmi Mulai Pengeboran 2026, Targetkan Produksi Migas Nasional
Pelantikan HKTI Jambi: Harapan Baru dari Desa untuk Ketahanan Pangan