UM Jambi Dorong Transformasi Pendidikan Al-Qur’an di Surau Wang Ulu Malaysia

Kamis, 23 April 2026 - 13:02:51 WIB - Dibaca: 61 kali

Tim pengabdian Universitas Muhammadiyah Jambi (UM Jambi) bersama pengelola Surau Wang Ulu, Perlis, Malaysia, saat melakukan pendampingan implementasi aplikasi pembelajaran Al-Qur’an berbasis digital dalam program pengabdian masyarakat internasional.
Tim pengabdian Universitas Muhammadiyah Jambi (UM Jambi) bersama pengelola Surau Wang Ulu, Perlis, Malaysia, saat melakukan pendampingan implementasi aplikasi pembelajaran Al-Qur’an berbasis digital dalam program pengabdian masyarakat internasional. (Sholeh)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Upaya penguatan dakwah dan pendidikan Al-Qur’an berbasis teknologi terus dikembangkan oleh Universitas Muhammadiyah Jambi (UM Jambi) melalui program pengabdian masyarakat internasional di Surau Wang Ulu, Perlis, Malaysia.

Program ini merupakan bagian dari skema International Community Engagement yang didukung pendanaan hibah RisetMu (Riset Muhammadiyah), sebagai bentuk komitmen Persyarikatan Muhammadiyah dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Surau Wang Ulu yang berada di bawah naungan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Malaysia selama ini menjadi pusat pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak setempat dengan kegiatan rutin setiap malam selepas Maghrib hingga Isya.

Namun, dalam pelaksanaannya, proses pembelajaran masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan media pembelajaran digital, sistem evaluasi yang belum terstruktur, serta kebutuhan peningkatan efektivitas metode pengajaran.

Menjawab hal tersebut, tim pengabdian UM Jambi mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi pembelajaran Al-Qur’an berbasis teknologi informasi. Aplikasi ini memuat materi audio-visual, latihan interaktif, kuis evaluasi, serta sistem pemantauan perkembangan belajar santri secara berkala.

Ketua tim pengabdian, Saleh Yaakub, S.Kom., M.S.I, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan surau.

“Pendampingan dan pelatihan diberikan kepada pengelola surau agar mereka mampu mengoperasikan sistem digital ini secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain penguatan pembelajaran Al-Qur’an, program ini juga mendorong digitalisasi tata kelola surau, mulai dari sistem absensi santri, pengelolaan jadwal kegiatan, hingga pelaporan perkembangan belajar yang lebih terstruktur dan transparan.

Program ini juga melibatkan kolaborasi dosen lintas perguruan tinggi Muhammadiyah, yakni UM Jambi, Universiti Muhammadiyah Malaysia, dan UM Kalimantan Timur, serta partisipasi mahasiswa UM Jambi yang terlibat langsung dalam pengembangan aplikasi dan pendampingan masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa tersebut sekaligus menjadi implementasi nyata program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), di mana pengalaman lapangan diakui sebagai bagian dari proses pembelajaran akademik dalam bentuk Satuan Kredit Semester (SKS).

Dari hasil implementasi awal, program ini menunjukkan dampak positif, di antaranya meningkatnya pemahaman anak-anak dalam membaca Al-Qur’an serta lebih tertatanya pengelolaan kegiatan pembelajaran di lingkungan surau.

Melalui program ini, UM Jambi menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran pendidikan tinggi Muhammadiyah sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dakwah yang berorientasi pada kemaslahatan umat.

Dukungan hibah RisetMu juga dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan program, baik dari sisi pengembangan teknologi, pendampingan masyarakat, maupun evaluasi program secara berkesinambungan.

"Ke depan, model pengabdian berbasis kolaborasi internasional ini diharapkan dapat menjadi inspirasi pengembangan pendidikan Al-Qur’an berbasis digital di berbagai komunitas keagamaan, baik di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara," tukasnya. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA