Polres Bungo Gelar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi El Nino “Godzilla” dan Karhutla

Senin, 27 April 2026 - 12:59:45 WIB - Dibaca: 100 kali

Apel kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang digelar Polres Bungo, Senin (27/4/2026)
Apel kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang digelar Polres Bungo, Senin (27/4/2026) ()

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Dalam rangka mengantisipasi dampak fenomena El Nino 2026 yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polres Bungo menggelar Apel Kesiapsiagaan, Senin (27/4/2026) pukul 08.30 WIB di Lapangan Apel Polres Bungo.

Apel dipimpin langsung oleh Wakapolres Bungo, Kompol Aswindo Indriadi, S.Kom., M.H., dan dihadiri berbagai unsur lintas sektoral, di antaranya Kodim 0416 Bute, Pengadilan Negeri Bungo, Kejaksaan Negeri Bungo, Damkar Kabupaten Bungo, Basarnas, jajaran pejabat utama Polres Bungo, serta perwakilan perusahaan dan unsur Forkopimda Kabupaten Bungo.

Kegiatan ini melibatkan kekuatan gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Basarnas, Damkar, hingga tim penanggulangan karhutla dari perusahaan di wilayah Kabupaten Bungo.

Dalam amanatnya, Wakapolres Bungo menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini menjadi momentum penting untuk menguji kesiapan personel, sarana prasarana, serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana.

“Fenomena El Nino 2026 diprediksi akan menyebabkan musim kemarau datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang, sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Ia menekankan tiga pilar utama dalam kesiapsiagaan bencana, yakni kesiapan personel, peralatan, dan prosedur. Selain itu, seluruh pihak diminta mengesampingkan ego sektoral serta memperkuat koordinasi lintas instansi.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa dampak El Nino tidak hanya berpotensi menimbulkan karhutla, tetapi juga berdampak pada sektor pertanian, ketersediaan air bersih, hingga kehidupan masyarakat di bantaran sungai.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta menegakkan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

“Kita harus bergerak cepat, tepat, dan terukur dalam merespons setiap potensi bencana. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” tegasnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kendaraan dan peralatan penanggulangan karhutla guna memastikan seluruh perlengkapan dalam kondisi siap digunakan. Kegiatan berakhir pada pukul 09.10 WIB dalam keadaan aman dan lancar. (San)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA