Jalan Padang Lamo Jadi Harapan Desa, Perbaikan Ditargetkan Segera Dimulai

Selasa, 28 April 2026 - 12:49:11 WIB - Dibaca: 77 kali

Edi Purwanto saat menyampaikan dorongan percepatan perbaikan Jalan Padang Lamo dalam kunjungan kerja ke Bappeda Provinsi Jambi, Senin (27/4/2026).
Edi Purwanto saat menyampaikan dorongan percepatan perbaikan Jalan Padang Lamo dalam kunjungan kerja ke Bappeda Provinsi Jambi, Senin (27/4/2026). (Saudi)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Warga desa di sepanjang ruas Jalan Padang Lamo, Kabupaten Tebo, masih harus bersabar menghadapi kondisi jalan yang rusak. Jalur yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat desa itu hingga kini belum sepenuhnya diperbaiki, meski rencana penanganan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah sudah disiapkan.

Perhatian terhadap kondisi ini kembali menguat setelah Anggota DPR RI Dapil Jambi, Edi Purwanto, turun langsung dalam masa resesnya. Ia mendatangi Bappeda Provinsi Jambi untuk memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti program tersebut.

“Sisa waktu kita sangat terbatas. Ini sudah mendekati Mei. Kalau memang targetnya tahun ini, maka semua harus diselesaikan sekarang. Kita ingin masyarakat segera merasakan manfaatnya,” kata Edi Purwanto, Senin (27/4/2026).

Bagi masyarakat desa, Jalan Padang Lamo bukan sekadar akses penghubung, tetapi jalur utama untuk mengangkut hasil pertanian, menuju fasilitas kesehatan, hingga aktivitas pendidikan. Kerusakan yang terjadi selama ini dinilai menghambat berbagai kegiatan tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Bappeda Provinsi Jambi, Agus Sunaryo, menyebutkan bahwa dari sisi pemerintah daerah seluruh persiapan administrasi telah diselesaikan. Dokumen perencanaan teknis juga sudah tersedia dan siap digunakan.

“Kami sudah siap. Tinggal menunggu sistem dari pusat dibuka untuk sinkronisasi data final,” ujarnya.

Rencana perbaikan jalan akan difokuskan pada titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah. Ruas yang akan ditangani meliputi jalur dari Simpang Jembatan menuju Bedaro Rampak hingga Teluk Lancang. Jika tidak ada kendala, pengerjaan fisik diperkirakan mulai berjalan pada pertengahan tahun.

Bagi warga desa, rencana ini menjadi harapan agar akses transportasi yang selama ini terbatas dapat segera membaik. Dengan kondisi jalan yang lebih layak, distribusi hasil kebun diharapkan kembali lancar dan aktivitas ekonomi masyarakat desa bisa meningkat.

“Intinya beliau datang untuk mengingatkan dan memastikan ini benar-benar jalan,” tutup Agus. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA