Evakuasi Dramatis Excavator PETI di Bungo, Polisi Butuh 10 Jam

Jumat, 01 Mei 2026 - 13:17:46 WIB - Dibaca: 49 kali

Sejumlah warga berkumpul saat evakuasi alat berat PETI di Sungai Telang, Bathin III Ulu, Bungo.
Sejumlah warga berkumpul saat evakuasi alat berat PETI di Sungai Telang, Bathin III Ulu, Bungo. (Saudi)

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah pedalaman Dusun Sungai Telang menyisakan cerita panjang. Proses evakuasi alat berat hasil razia yang dilakukan jajaran Polres Bungo berlangsung dramatis dan memakan waktu hampir setengah hari.

Satu unit excavator yang menjadi barang bukti baru berhasil dipindahkan setelah aparat berjibaku selama hampir 10 jam, Kamis (30/4/2026). Medan yang sulit bukan satu-satunya tantangan—dinamika sosial di lapangan justru menjadi faktor penentu lambatnya proses evakuasi.

Sekitar pukul 13.00 WIB, situasi mulai berubah. Sejumlah warga dilaporkan berkumpul di sekitar lokasi penertiban serta akses jalan menuju titik evakuasi. Konsentrasi massa ini diduga menghambat mobilisasi alat berat ke kendaraan pengangkut (trado), membuat proses sempat terhenti.

Ketegangan yang muncul tidak lantas direspons dengan tindakan represif. Aparat memilih pendekatan berbeda—persuasif dan komunikatif—guna meredam potensi konflik terbuka. Strategi ini membuat proses evakuasi berjalan alot, namun tetap terkendali.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil menjelang malam. Sekitar pukul 23.00 WIB, setelah dilakukan pendekatan intensif kepada masyarakat, situasi mulai kondusif dan evakuasi kembali dilanjutkan hingga tuntas tanpa kericuhan.

Kasi Humas Polres Bungo, Iptu Bambang JM, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi penambahan personel serta pendekatan humanis di lapangan.

“Evakuasi berhasil setelah dilakukan penambahan kekuatan personel dari Polres Bungo, termasuk Polwan yang membantu pendekatan persuasif kepada masyarakat,” ujarnya.

Keterlibatan Polisi Wanita (Polwan) disebut menjadi salah satu faktor penting dalam mencairkan suasana. Pendekatan yang lebih humanis dinilai efektif dalam membangun komunikasi dengan warga, sekaligus meredam ketegangan yang sempat meningkat.

Dengan situasi yang berangsur kondusif, alat berat akhirnya berhasil dinaikkan ke trado dan diamankan tanpa insiden berarti. Saat ini, excavator tersebut telah berada dalam pengamanan aparat untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Penertiban ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan aparat dalam menekan aktivitas PETI di wilayah Kabupaten Bungo, yang selama ini kerap menimbulkan dampak lingkungan dan sosial.

“Polres Bungo terus menggencarkan penertiban aktivitas PETI di wilayah Bungo, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif,” tegasnya.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa penegakan hukum di wilayah rawan konflik tidak hanya membutuhkan kekuatan, tetapi juga strategi komunikasi yang tepat—di mana pendekatan humanis menjadi kunci dalam menjaga stabilitas di tengah upaya penertiban. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA