Semangat Hardiknas di Bungo: Pendidikan Berkualitas dan Merata Jadi Fokus Utama

Senin, 04 Mei 2026 - 10:49:58 WIB - Dibaca: 70 kali

Gubernur Jambi, Al Haris, berfoto bersama para pelajar, mahasiswa, dan guru penerima penghargaan usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Bungo, sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi di bidang pendidikan.
Gubernur Jambi, Al Haris, berfoto bersama para pelajar, mahasiswa, dan guru penerima penghargaan usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Bungo, sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi di bidang pendidikan. (Subahan)

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO — Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Provinsi Jambi tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga penegasan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Hal ini ditegaskan oleh Gubernur Jambi, Al Haris, saat memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX dan Hardiknas 2026 di Lapangan Kantor Bupati Bungo, Senin (04/05/2026).

Dalam amanatnya, Gubernur menekankan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam menciptakan pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menyebut Hardiknas sebagai momentum penting untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan merata hingga ke seluruh daerah.

“Pendidikan adalah pondasi utama pembangunan bangsa. Jika ingin memajukan bangsa, maka sektor pendidikan harus menjadi prioritas utama,” ujar Al Haris.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, yang menegaskan pentingnya pembenahan pendidikan dimulai dari ruang kelas. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh pola pikir (mindset), mental, dan misi para pelaku pendidikan.

“Revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran telah menjangkau puluhan ribu sekolah. Namun keberhasilan program bergantung pada kesiapan sumber daya manusia di dalamnya,” demikian pesan Mendikdasmen.

Sejalan dengan itu, Gubernur Al Haris juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan guru, terutama bagi tenaga pendidik yang belum tersertifikasi. Pemerintah Provinsi Jambi saat ini tengah mengkaji skema tambahan penghasilan (TPP) bagi guru paruh waktu, serta penyesuaian sistem penggajian berbasis jam mengajar agar lebih layak.

“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Kita ingin mereka juga merasakan keadilan dan kesejahteraan agar dapat mengajar dengan maksimal,” tegasnya.

Suasana upacara semakin bermakna dengan penyerahan penghargaan kepada pelajar, mahasiswa, dan guru berprestasi di Kabupaten Bungo, sebagaimana terlihat pada momen dalam foto, di mana para penerima penghargaan berdiri bersama pejabat daerah sambil menunjukkan sertifikat dan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas capaian mereka.

Selain itu, Gubernur juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, semangat otonomi daerah harus berjalan seiring dengan penguatan sektor pendidikan. Dengan sinergi yang baik antara pusat dan daerah, ia optimistis kualitas pendidikan di daerah akan terus meningkat dan mampu mencetak generasi unggul di tengah tantangan global.

“Semangat pendidikan dan otonomi daerah harus terus kita gaungkan. Keduanya memiliki makna penting dalam pembangunan Indonesia ke depan,” tutup Al Haris. (San)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA