Pengunjung Padati Stan Lissa Batik Asal Bungo di Persit BISA Vol II Jakarta

Sabtu, 09 Mei 2026 - 10:47:12 WIB - Dibaca: 69 kali

Semangat pelestarian budaya dan pemberdayaan UMKM terpancar di stan Lissa Batik pada ajang Persit BISA Vol. II di Balai Kartini. Batik khas Bungo tampil memukau dan sukses mencuri perhatian para pengunjung.
Semangat pelestarian budaya dan pemberdayaan UMKM terpancar di stan Lissa Batik pada ajang Persit BISA Vol. II di Balai Kartini. Batik khas Bungo tampil memukau dan sukses mencuri perhatian para pengunjung. (Pendim)

JAMBIPRIMA.COM, JAKARTA — Memasuki hari kedua pelaksanaan Persit BISA Vol. II di Balai Kartini, Jakarta, stan Lissa Batik asal Kabupaten Bungo terus menarik perhatian pengunjung. Produk batik dengan corak khas daerah itu ramai dikunjungi masyarakat yang ingin melihat lebih dekat motif dan filosofi budaya yang diangkat dalam setiap karya.

Di tengah deretan produk UMKM dari berbagai wilayah di Indonesia, Lissa Batik tampil menonjol lewat motif yang terinspirasi dari kekayaan alam serta budaya lokal Kabupaten Bungo. Keunikan desain dan karakter warna yang ditampilkan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung pameran.

Sejumlah motif andalan seperti Bungo Dani, Putrimalu, Pakis, hingga Daun Sirih Pinang menjadi koleksi yang paling banyak diminati. Selain menghadirkan nilai seni, motif-motif tersebut juga merepresentasikan kearifan lokal dan identitas budaya masyarakat Bungo.

Pemilik Lissa Batik, Ny. Lia Syarif, menyampaikan rasa syukur atas tingginya minat masyarakat terhadap produk batik yang dipamerkan selama kegiatan berlangsung.

“Respon pengunjung sangat luar biasa. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus mengembangkan kualitas produk dan membawa budaya Bungo semakin dikenal luas,” ujarnya, Jumat (8/9/2026).

Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang Persit BISA Vol. II tidak hanya menjadi sarana promosi produk, tetapi juga membuka peluang memperluas jaringan usaha dan membangun relasi dengan pelaku UMKM dari berbagai daerah.

Ramainya pengunjung pada hari kedua pameran menjadi sinyal positif bagi perkembangan batik khas Kabupaten Bungo. Antusiasme tersebut sekaligus memperkuat optimisme bahwa produk lokal daerah memiliki peluang besar untuk bersaing dan semakin dikenal di tingkat nasional. (San)





BERITA BERIKUTNYA