Banjir Meluas, Bungo Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:53:06 WIB - Dibaca: 88 kali

Wabup Dayat turun langsung meninjau lokasi banjir dan berdialog dengan warga terdampak.
Wabup Dayat turun langsung meninjau lokasi banjir dan berdialog dengan warga terdampak. (Saudi)

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Pemerintah Kabupaten Bungo resmi menetapkan status tanggap darurat menyusul meluasnya bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di daerah itu. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 4.386 rumah warga di sembilan kecamatan terdampak dan terendam banjir.

Wakil Bupati Bungo, Tri Wahyu Hidayat, turun langsung meninjau lokasi terdampak di Kampung Lubuk Tenam, Pondok Pesantren Hijratul Khair di Kelurahan Manggis, hingga Dusun Purwo Bhakti, Kecamatan Bathin III, Jumat (15/5/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Tri Wahyu memastikan pemerintah daerah bergerak cepat menangani dampak bencana yang terus meluas akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.

“Kami hadir untuk memastikan kondisi warga dan melihat langsung sejauh mana dampak kerusakan yang ditimbulkan. Pemerintah daerah berkomitmen bergerak cepat dalam penanganan masa darurat ini,” ujar Tri Wahyu.

Tak hanya merendam ribuan rumah warga, bencana banjir dan longsor juga menelan korban jiwa. Dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor, sementara satu warga lainnya diduga tewas karena tersengat aliran listrik saat banjir melanda.

Pemkab Bungo pun langsung mengaktifkan langkah penanganan darurat dengan mendirikan sejumlah tenda pengungsian serta mengoperasikan dapur umum di beberapa titik terdampak.

“Seluruh fasilitas darurat ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan logistik warga serta tempat berlindung sementara bagi masyarakat yang rumahnya sudah tidak bisa ditempati,” katanya.

Selain fokus pada penanganan pengungsi, pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan potensi bahaya korsleting listrik di tengah kondisi cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Pemerintah juga terus memantau perkembangan di lapangan bersama dinas terkait agar penanganan dapat berjalan maksimal,” tutupnya. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA