JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Jambi pada Februari 2026 tercatat mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, TPT Februari 2026 berada di angka 3,99 persen.
Angka tersebut turun sebesar 0,50 persen poin dibanding Februari 2025 yang tercatat sebesar 4,48 persen. Penurunan ini menjadi sinyal positif terhadap kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Jambi di tengah dinamika ekonomi nasional.
Dari data yang dirilis, tingkat pengangguran pada Februari 2026 untuk laki-laki tercatat sebesar 4,24 persen. Sementara perempuan berada di angka 3,50 persen.
Berdasarkan wilayah tempat tinggal, TPT di perkotaan masih lebih tinggi dibanding perdesaan. Tingkat pengangguran di kawasan perkotaan mencapai 3,59 persen, sedangkan di wilayah perdesaan berada di angka 4,25 persen.
Jika dibandingkan dua tahun terakhir, tren pengangguran di Jambi menunjukkan fluktuasi. Pada Februari 2024, TPT berada di level 4,45 persen, kemudian meningkat menjadi 4,48 persen pada Februari 2025, sebelum akhirnya turun menjadi 3,99 persen pada Februari 2026.
Penurunan tingkat pengangguran tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya penyerapan tenaga kerja di sejumlah sektor usaha, terutama sektor perdagangan, pertanian, dan jasa.
BPS Provinsi Jambi menyebutkan bahwa kondisi ini menjadi indikator membaiknya pasar kerja di daerah, meskipun tantangan terkait kualitas tenaga kerja dan kesempatan kerja formal masih perlu menjadi perhatian pemerintah daerah ke depan. (Rhm)
Kabut Asap Selimuti Jambi, Al Haris Sebut Arah Angin Jadi Kendala Pemadaman
Riset UIN Jambi Ungkap Cara Muslim Sasak dan Hindu Bali Merawat Harmoni di Lombok
PT TPIL Tunda Pembayaran Hasil Petani Plasma, Helon Sebut Ada Utang Eksploitasi
Kadisperindag Kota Jambi Nela Ervina Ditahan Kejari, Tersangka Korupsi Proyek Pajak Rp1,8 Miliar
Sempat Ditutup Polisi pada 2025, Pengepul Emas Man dan Madi Diduga Kembali Beroperasi
Lampaui Target Pemerintah, Pengadaan Beras BULOG Tembus 4,1 Juta Ton
Harga Karet Bungo Bangkit, Petani Kembali Bergairah Saat Getah Tembus Rp18.500 per Kilogram