PLN Minta Maaf atas Padam Listrik Massal di Sumatera, Gangguan Diduga Dipicu Cuaca Buruk

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:11:22 WIB - Dibaca: 92 kali

Tangkapan layar konferensi pers Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, terkait penjelasan padam listrik massal di sejumlah wilayah Sumatera.
Tangkapan layar konferensi pers Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, terkait penjelasan padam listrik massal di sejumlah wilayah Sumatera. (YouTube Tribun Kaltim Official)

JAMBIPRIMA.COM, JAKARTA – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden padam listrik massal yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Sumatera pada Jumat malam (22/5/2026) sekitar pukul 18.44 WIB.

Gangguan kelistrikan tersebut berdampak pada beberapa provinsi, di antaranya Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (23/5/2026), Darmawan menjelaskan berdasarkan indikasi awal, padam listrik serentak itu dipicu gangguan pada ruas transmisi akibat cuaca buruk yang melanda sejumlah daerah di Sumatera.

“Kami sudah mendapatkan arahan dari Kementerian agar terus melakukan berbagai langkah untuk mengoreksi dan memperbaiki sistem kelistrikan Sumatera yang mengalami gangguan ini,” ujar Darmawan.

Menurutnya, begitu menerima laporan awal terkait padamnya listrik secara serempak, PLN langsung mengerahkan tim ke lapangan guna melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem gardu induk maupun jaringan transmisi.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak terdapat kerusakan fatal pada gardu induk dan sistem transmisi utama. PLN pun bergerak cepat melakukan pemulihan sistem secara bertahap.

“Alhamdulillah dalam waktu sekitar dua jam seluruh sistem gardu induk dan transmisi sudah bisa kami pulihkan,” katanya.

Selain faktor cuaca ekstrem, Darmawan menyebut gangguan kelistrikan tersebut juga dipengaruhi dampak bencana banjir bandang yang sebelumnya terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana itu mengakibatkan sejumlah tower transmisi roboh dan beberapa jalur kelistrikan terputus.

Ia menjelaskan proses pemulihan sistem kelistrikan tidak bisa dilakukan secara instan karena setiap jenis pembangkit memiliki karakteristik berbeda. Pembangkit listrik tenaga air dan pembangkit berbasis gas dapat dioperasikan lebih cepat dibanding pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara.

“Pembangkit hidro dan gas langsung kami nyalakan secara sistematis sejak tadi malam, sehingga wilayah yang sebelumnya padam total mulai berangsur mendapat suplai listrik kembali,” jelasnya.

PLN memastikan proses normalisasi sistem kelistrikan di wilayah Sumatera terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh pasokan listrik kembali stabil. (San)





BERITA BERIKUTNYA