JAMBIPRIMA.COM,TEBO – Kabupaten Tebo direncanakan bakal memiliki Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), sebuah konsep pendidikan terpadu dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menggabungkan seluruh jenjang pendidikan dalam satu kawasan modern dan berkelanjutan.
Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui sistem terpadu mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tebo, Haryadi, mengatakan bahwa seluruh persyaratan utama pembangunan SNT di Kabupaten Tebo saat ini sudah hampir seluruhnya terpenuhi, termasuk kesiapan lahan dan administrasi pendukung lainnya.
“Terkait Sekolah Nasional Terintegrasi ini, dalam waktu terakhir semua persyaratan sudah terpenuhi, mulai dari lahan hingga syarat-syarat administrasi lainnya,” ujar Haryadi, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, rencana pembangunan kawasan pendidikan terpadu tersebut berada di Desa Tegal Arum, Unit 5, Kecamatan Rimbo Bujang. Lokasi yang disiapkan terdiri dari empat bidang lahan dalam satu hamparan kawasan.
Menurut Haryadi, dua bidang lahan di antaranya sudah memiliki sertifikat hak pakai atas nama desa, sementara dua bidang lainnya saat ini masih dalam proses sertifikasi di Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Empat lokasi itu berada dalam satu hamparan. Dua lokasi sudah bersertifikat atas nama desa dengan status hak pakai desa, sedangkan dua bidang lagi masih proses sertifikasi. Kemarin sudah dilakukan pengukuran dan luas lahannya sudah memenuhi syarat minimal sekitar 20 hektare,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak BPN juga telah mengeluarkan surat keterangan bahwa dua bidang tanah yang belum bersertifikat tersebut sedang dalam tahap melengkapi dokumen administrasi sebagai syarat pembangunan SNT.
Haryadi menuturkan, nantinya sekolah tersebut akan menjadi kawasan pendidikan terpadu dengan fasilitas bertaraf internasional yang mencakup empat jenjang pendidikan sekaligus.
“Jenjang pendidikan di SNT ini mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA. Nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan modern dan bertaraf internasional. Kita berharap program ini benar-benar bisa terwujud di Kabupaten Tebo,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Tebo, lanjut Haryadi, mendukung penuh program nasional tersebut karena dinilai dapat meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.
Ia juga menyebutkan bahwa target pembangunan direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2026 ini, mengingat seluruh persyaratan dasar yang diminta pemerintah pusat telah dipenuhi.
“Yang jelas lahannya sudah steril dan siap digunakan. Kita tetap mendukung penuh karena ini program pemerintah pusat,” tegasnya.
Sementara itu, untuk kebutuhan anggaran pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp260 miliar lebih. Namun, besaran anggaran final nantinya tetap akan ditentukan oleh pemerintah pusat.
“Perkiraan anggarannya mungkin sekitar Rp260 miliar lebih, karena ini skala nasional. Tapi untuk pastinya kami belum tahu, sebab daerah hanya sebatas mengusulkan,” pungkas Haryadi.
Keberadaan SNT di Kabupaten Tebo diharapkan nantinya mampu menjadi pusat pendidikan unggulan di wilayah barat Provinsi Jambi serta mencetak generasi muda yang memiliki kualitas pendidikan dan daya saing tinggi. (DVD)
SPMB di Tebo Berjalan Lancar, Disdikbud Tegaskan Sekolah Wajib Utamakan Jalur Zonasi
Sekda Sindi Optimistis Desa Sumber Agung Raih Hasil Terbaik di Lomba Desa Provinsi Jambi 2026
Heboh di Tebo, Anak Ketua BPD Diduga Jadi Korban Penyerangan Terkait PETI
Gaji 13 dan TPP Cair, ASN Kota Jambi Diajak Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
SPMB Kota Jambi 2026: Siswa Kini Bisa Pilih Dua SMP Sekaligus
DPRD Kota Jambi Ingatkan Sekolah, SPMB Harus Bersih dari Titipan
Gebyar TK Merangin Meriah, Ajang Asah Kreativitas dan Karakter Anak Usia Dini