Harga Karet di Bungo Tembus Rp19 Ribu per Kilogram, Petani Kembali Bergairah Menyadap

Senin, 25 Mei 2026 - 09:43:49 WIB - Dibaca: 136 kali

 aktivitas pembelian getah karet di salah satu tengkulak yang ada kec.Muko Muko Bathin VII
aktivitas pembelian getah karet di salah satu tengkulak yang ada kec.Muko Muko Bathin VII (Dok. sidakpost.id)

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Harga getah karet di Kabupaten Bungo terus menunjukkan tren positif. Saat ini, harga karet di tingkat tengkulak sudah mencapai Rp19 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut membuat para petani kembali bergairah menyadap karet setelah sebelumnya sempat lesu akibat harga yang tidak stabil dalam beberapa waktu terakhir.

Ibnu, petani karet asal Dusun Mangun Jayo, mengaku senang karena harga getah karet masih bertahan tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut sangat membantu perekonomian masyarakat.

“Sebagai petani tentu kami sangat senang karena harga masih stabil dari pekan lalu. Harga sekarang sangat membantu masyarakat,” ujar Ibnu usai menjual getah karet, Minggu (24/5/2026).

Ia mengatakan, tingginya harga jual membuat para petani kembali semangat turun ke kebun meski cuaca belakangan tidak menentu.

Hal senada disampaikan Faisol. Ia menilai harga karet yang hampir menyentuh Rp20 ribu per kilogram menjadi angin segar bagi para petani di kampungnya.

Menurut Faisol, saat ini tidak banyak masyarakat yang menjual getah karet karena sebagian kebun sudah beralih fungsi menjadi lahan sawit. Namun, jika harga karet tetap stabil tinggi, petani dipastikan akan semakin bersemangat menyadap.

“Setiap Minggu hasil sadapan langsung kami jual ke tengkulak. Alhamdulillah sekarang harganya sudah sangat menjanjikan, jadi tambah semangat,” katanya.

Sementara itu, Dolet, salah seorang penampung getah karet, membenarkan harga karet bersih dengan kualitas bagus kini berada di kisaran Rp19 ribu per kilogram.

Ia menjelaskan, naiknya harga di tingkat petani dipengaruhi harga jual dari pabrik sehingga para penampung juga menyesuaikan harga beli.

“Kalau harga pabrik naik, otomatis kami juga membeli lebih tinggi. Kami tidak bisa main-main soal harga karena menyangkut masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, kualitas getah karet tetap menjadi faktor utama yang menentukan harga jual di pasaran.

“Kalau kualitas bagus tentu harganya tinggi. Semoga harga terus naik dan petani semakin sejahtera,” tutupnya. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA