JAMBI PRIMA.COM,. TEBO ILIR– Warisan budaya yang nyaris hilang kembali dihidupkan melalui Festival Baselang Padi Tanah Darat yang digelar di Lapangan Datuk Darah Putih, Desa Sungai Aro, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, pada 28–29 Mei 2026.
Kegiatan yang didukung melalui Program Dana Indonesiana tersebut menjadi salah satu upaya pelestarian budaya lokal sekaligus sarana memperkenalkan kembali tradisi dan nilai-nilai kearifan leluhur kepada generasi muda. Festival ini menghadirkan berbagai aktivitas budaya yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tebo Ilir.
Penanggung jawab kegiatan, Pani Gunawan, mengatakan bahwa Festival Baselang Padi Tanah Darat diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap budaya daerah yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman. Menurutnya, generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal dan memahami budaya yang diwariskan oleh para pendahulu agar identitas budaya tetap terjaga.
"Melalui festival ini kami ingin mengingatkan kembali masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah. Nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh leluhur harus tetap hidup dan menjadi pedoman bagi generasi penerus," ujar Pani Gunawan.
Berbagai kegiatan budaya ditampilkan dalam festival tersebut, mulai dari tradisi nugal padi tanah darat, pertunjukan tari kreasi, musik piyul, seminar budaya, penyampaian seloko adat, makan berawang, permainan rakyat, hingga lomba kompangan. Seluruh rangkaian kegiatan mendapat antusiasme dari masyarakat yang hadir untuk menyaksikan langsung kekayaan budaya yang dimiliki daerah tersebut.
Pani menuturkan bahwa festival ini bukan hanya menjadi ajang hiburan dan pertunjukan budaya, melainkan juga media pembelajaran yang bertujuan menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal kepada generasi muda. Dengan keterlibatan masyarakat dalam setiap kegiatan, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap tradisi diharapkan dapat terus diwariskan.
Ia berharap Festival Baselang Padi Tanah Darat dapat menjadi agenda budaya yang berkelanjutan serta mampu melahirkan generasi penerus yang mengenal, mencintai, dan menjaga warisan budaya daerah.
"Harapan kami, budaya yang diwariskan oleh para leluhur tidak hanya dikenang, tetapi terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai bagian dari identitas yang membanggakan," tutupnya. (San)
Irwansyah Kembali Pimpin PWI Kota Jambi, Terpilih Aklamasi dalam Konferensi 2026
Bangun Kampus Unggul dan Berdaya Saing, Universitas Islam Tebo Gelar Capacity Building
Wabup Tebo Hadiri Peringatan HUT ke-49 Transmigrasi Desa Tegal Arum
Wabup Nazar Efendi Hadiri Pelantikan ILDI, Dorong Budaya Hidup Sehat Melalui Dansa
Usai Tulis Berita PAD, Wartawan di Merangin Diancam Dicincang dan Rumah Dibakar
24 Ribu KK Terancam Krisis Air, Ivan Wirata Desak Pembangunan SPAM Rp500 Miliar di Mendalo-Jaluko
Bupati Merangin Tegaskan ASN Tetap Masuk Kerja, Pegawai Telat Senam Pagi Akan Disurati