Korsleting Listrik Hanguskan Bedeng Dua Pintu di Eka Jaya

Selasa, 02 Juni 2026 - 09:50:08 WIB - Dibaca: 315 kali

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi melakukan proses pemadaman kebakaran bedeng dua pintu di Jalan Jaya Bersama I, Kelurahan Eka Jaya, Kecamatan Paal Merah, Senin (1/6/2026). Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di bagian plafon dan berhasil dipadamkan setelah hampir dua jam penanganan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi melakukan proses pemadaman kebakaran bedeng dua pintu di Jalan Jaya Bersama I, Kelurahan Eka Jaya, Kecamatan Paal Merah, Senin (1/6/2026). Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di bagian plafon dan berhasil dipadamkan setelah hampir dua jam penanganan tanpa menimbulkan korban jiwa. (David)

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Kebakaran menghanguskan sebuah bedeng dua pintu yang berada di Jalan Jaya Bersama I, RT 04, Kelurahan Eka Jaya, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, Senin (1/6/2026) sore. Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi saat kobaran api membesar dan asap hitam membumbung tinggi ke udara.

Beruntung, respons cepat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi berhasil mencegah api merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian. Meski bangunan mengalami kerusakan cukup parah, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 14.54 WIB. Hanya berselang enam menit setelah laporan diterima, armada dari Pos Pelayanan Kebakaran (Posyankar) Paal Merah langsung tiba di lokasi dan melakukan upaya pemadaman.

"Kami menerima laporan kebakaran pukul 14.54 WIB dan tim tiba di lokasi pukul 15.00 WIB dengan response time enam menit. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman untuk mengendalikan api agar tidak menjalar ke bangunan lain," ujar Mustari Affandi.

Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkartan Kota Jambi mengerahkan kekuatan penuh dengan menurunkan sebanyak 50 personel. Selain itu, satu unit armada komando, lima unit armada tempur, dan dua unit armada suplai diterjunkan ke lokasi guna mempercepat proses pemadaman.

Petugas berjibaku selama hampir dua jam untuk memadamkan api dan melakukan pendinginan pada titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan bara. Dalam operasi tersebut, sekitar 40 ribu liter air digunakan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Mustari menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari korban, kebakaran bermula saat pemilik sedang melakukan pembongkaran barang dagangan di dalam bedeng. Tidak lama kemudian terdengar suara letusan dari bagian atas plafon yang diikuti munculnya asap tebal.

Beberapa saat setelah letusan terdengar, percikan api muncul dari bagian plafon dan dengan cepat membesar. Material bangunan yang mudah terbakar membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan. Api kemudian menjalar ke sejumlah bagian bangunan dan turut membakar satu unit sepeda motor yang berada di lokasi.

"Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting atau hubungan arus pendek listrik pada instalasi di bagian plafon. Percikan api kemudian menyambar material yang mudah terbakar hingga menyebabkan kebakaran membesar," jelasnya.

Sebelum melakukan pemadaman, petugas terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memutus aliran listrik di lokasi guna menghindari risiko yang lebih besar. Koordinasi juga dilakukan bersama aparat TNI, Polri, pihak kecamatan, serta kelurahan untuk membantu pengamanan lokasi dan pendataan pascakebakaran.

Meski proses pemadaman berjalan lancar, petugas sempat menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi membuat ruang gerak armada pemadam menjadi terbatas. Selain itu, kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi kejadian juga sempat menghambat akses petugas menuju titik api.

"Kerumunan warga dan kendaraan yang parkir di sekitar lokasi menjadi salah satu kendala saat proses penanganan. Namun seluruh personel tetap fokus melakukan pemadaman sehingga api berhasil dikendalikan dengan baik," katanya.

Setelah hampir dua jam melakukan pemadaman dan pendinginan, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. Situasi di lokasi dinyatakan aman dan tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun petugas yang mengalami cedera selama operasi berlangsung.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Untuk nilai kerugian material masih dalam proses pendataan lebih lanjut," pungkas Mustari.

Operasi pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai pada pukul 16.53 WIB. Seluruh personel kemudian kembali ke markas dan pos masing-masing setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA