Karhutla Jadi Tanggung Jawab Bersama, Gubernur Ajak Mahasiswa Turun Mengedukasi

Kamis, 11 Juni 2026 - 02:19:42 WIB - Dibaca: 146 kali

Gubernur Jambi Al Haris saat menyampaikan materi dalam kuliah umum antisipasi dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada ekosistem gambut di Gedung Unifac Universitas Jambi, Rabu (10/6/2026).
Gubernur Jambi Al Haris saat menyampaikan materi dalam kuliah umum antisipasi dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada ekosistem gambut di Gedung Unifac Universitas Jambi, Rabu (10/6/2026). (Diskominfo Provinsi Jambi)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris, mengajak mahasiswa Universitas Jambi untuk mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada kawasan ekosistem gambut di Provinsi Jambi.

Ajakan tersebut disampaikan Al Haris saat menjadi narasumber dalam kuliah umum bertema antisipasi dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan pada ekosistem gambut yang digelar di Gedung Unifac Universitas Jambi, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Rektor Universitas Jambi, Helmi, dan turut menghadirkan Kapolda Jambi Krisno H. Siregar serta Danrem 042/Garuda Putih Nyamin sebagai pemateri.

Dalam pemaparannya, Al Haris menilai pencegahan karhutla selama ini masih sering dipandang sebagai tanggung jawab aparat dan satuan tugas terkait. Padahal, menurutnya, kalangan akademisi dan mahasiswa juga memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan.

Ia menjelaskan, mahasiswa memiliki ruang yang luas untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat, baik melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), praktik lapangan, maupun saat kembali ke daerah asal masing-masing. Peran tersebut dinilai penting untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini.

Gubernur juga menekankan bahwa karhutla tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi turut memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga transportasi. Asap akibat kebakaran hutan dan lahan, kata dia, dapat memicu gangguan kesehatan serta menghambat aktivitas masyarakat.

Selain membahas pencegahan karhutla, Al Haris turut mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem gambut. Menurutnya, gambut memiliki fungsi besar sebagai penyimpan karbon dan penyangga keseimbangan lingkungan yang perlu dipahami oleh generasi muda.

Pemerintah Provinsi Jambi, lanjutnya, juga telah mendorong peningkatan pemahaman tentang gambut melalui penyusunan modul pembelajaran yang diterapkan bagi siswa SMA dan SMK sebagai bagian dari pendidikan lingkungan sejak dini.

Pada kesempatan itu, Al Haris menegaskan pemerintah tidak melarang masyarakat mengelola lahan untuk pertanian. Namun, pembukaan lahan dengan cara membakar tetap dilarang karena berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama di kawasan gambut.

Sebagai solusi, Pemprov Jambi menjalankan program Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) yang dapat dimanfaatkan kelompok tani untuk membuka lahan secara aman dan ramah lingkungan.

Di akhir kegiatan, Al Haris berharap sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat terus diperkuat guna menekan potensi karhutla di daerah.

"Kita lebih memilih mencegah daripada bertindak ketika api sudah terjadi. Dengan sosialisasi yang masif dan keterlibatan mahasiswa, kita percaya pola mitigasi dan pencegahan di masyarakat akan semakin kuat," pungkas Al Haris. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA