Heboh di Tebo, Anak Ketua BPD Diduga Jadi Korban Penyerangan Terkait PETI

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:39:34 WIB - Dibaca: 290 kali

Ketua BPD Teluk langkap, Amri firdaus.
Ketua BPD Teluk langkap, Amri firdaus. (Dok. Jambiprima.com)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Amri Firdaus, melaporkan tiga orang berinisial AN, DN, dan DD ke Polres Tebo. Ketiganya diduga terlibat dalam aksi penyerangan terhadap anaknya yang terjadi di Desa Teluk Langkap.

Laporan tersebut telah disampaikan Amri melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tebo. Ia berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus tersebut dan memproses para terlapor sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kepada wartawan, Amri menjelaskan bahwa peristiwa tersebut diduga bermula dari persoalan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan mesin dompeng yang beroperasi tidak jauh dari permukiman warga.

Menurutnya, sebelum insiden terjadi, dirinya bersama masyarakat telah beberapa kali mengingatkan para pelaku agar menghentikan aktivitas penambangan tersebut. Teguran itu diberikan karena aktivitas dompeng yang dilakukan disebut telah melampaui batas kesepakatan yang sebelumnya dibuat bersama warga setempat.

“Sudah pernah diingatkan dan ditegur karena aktivitas dompeng itu dianggap telah melewati batas serta melanggar kesepakatan yang dibuat dengan masyarakat,” ujar Amri, Senin (22/6/2026).

Amri menduga teguran tersebut membuat para pelaku tidak terima. Situasi kemudian memanas hingga berujung keributan di lokasi kejadian.

“Mungkin mereka merasa tidak senang karena ditegur, sehingga rombongan tiga orang tersebut ingin menyerang saya,” katanya.

Saat situasi memanas, anaknya yang bernama Reynaldi berupaya melindungi dirinya dari kemungkinan serangan. Namun, dalam keributan tersebut, salah seorang terduga pelaku disebut mengarahkan senapan angin ke arah Reynaldi dan melepaskan tembakan ke bagian bawah tubuh korban.

Beruntung, insiden tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Setelah keributan berlangsung, para terduga pelaku meninggalkan lokasi. Di sisi lain, sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu juga sempat terpancing emosi dan hendak mengejar para pelaku.

Usai kejadian, Amri mengaku langsung mendatangi rumah Kepala Desa Teluk Langkap untuk mencari solusi melalui jalur musyawarah. Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar di tengah masyarakat.

“Kami langsung ke rumah kepala desa untuk memediasi para pelaku dan mencari jalan keluar agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya. Namun, sampai sore hari mereka tidak datang memenuhi undangan mediasi,” ungkapnya.

Karena mediasi tidak terlaksana, Amri akhirnya memilih menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi ke Polres Tebo.

Ia berharap kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan keadilan bagi anaknya yang menjadi korban dalam peristiwa itu.

“Saya berharap laporan ini ditindaklanjuti dan diproses sesuai hukum yang berlaku demi mendapatkan keadilan bagi anak saya,” tutup Amri. (DVD) 





BERITA BERIKUTNYA