BPBD Tebo Tetap Siaga Karhutla, BMKG Prediksi Hujan Masih Turun Awal Juli

Jumat, 03 Juli 2026 - 09:57:08 WIB - Dibaca: 155 kali

Ilustrasi petugas BPBD melakukan patroli dan pemantauan di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tebo. Pemerintah Kabupaten Tebo tetap memberlakukan status Siaga Darurat Karhutla meski BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang masih terjadi pada awal Juli 2026.
Ilustrasi petugas BPBD melakukan patroli dan pemantauan di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tebo. Pemerintah Kabupaten Tebo tetap memberlakukan status Siaga Darurat Karhutla meski BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang masih terjadi pada awal Juli 2026. (AI)

JAMBIPRIMA.COM,. TEBO - Pengaruh cuaca yang masih berubah-ubah membuat Pemerintah Kabupaten Tebo belum menurunkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih akan mengguyur sejumlah wilayah pada awal Juli 2026, status siaga darurat Karhutla di Kabupaten Tebo tetap diberlakukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, mengatakan berdasarkan informasi BMKG, hujan diperkirakan terjadi pada pagi, sore hingga malam hari. Namun kondisi tersebut tidak boleh membuat masyarakat lengah terhadap potensi Karhutla, mengingat musim kemarau masih berlangsung dan dampak El Nino masih perlu diantisipasi.

"Kita tetap bersyukur dengan adanya hujan yang turun. Namun masyarakat harus tetap waspada karena ancaman Karhutla belum sepenuhnya berakhir. Status siaga darurat tetap diberlakukan dan kami terus melakukan pemantauan di wilayah-wilayah yang rawan terjadi kebakaran," ujar Joko, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tebo telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla sejak 4 Mei 2026 hingga awal Agustus 2026. Selama masa tersebut, BPBD bersama instansi terkait terus melakukan monitoring, patroli lapangan, edukasi kepada masyarakat, serta survei untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi kebakaran.

Menurut Joko, langkah tersebut bertujuan agar seluruh unsur, baik pemerintah, perusahaan maupun masyarakat, selalu siap apabila sewaktu-waktu terjadi Karhutla.

"Selain melakukan pemantauan, kami juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar serta pentingnya menjaga lingkungan selama musim kemarau," katanya.

BPBD juga melakukan monitoring terhadap potensi bencana kekeringan yang biasanya terjadi bersamaan dengan musim kemarau. Namun berdasarkan hasil evaluasi sementara, kondisi di Kabupaten Tebo masih relatif terkendali.

Sementara itu, kesiapan perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Tebo dalam menghadapi Karhutla juga dinilai cukup baik. Mulai dari kesiapan personel, peralatan hingga sarana pendukung penanggulangan kebakaran telah tersedia.

"Sejauh ini hasil monitoring menunjukkan kesiapan perusahaan dalam menghadapi Karhutla cukup baik, baik dari sisi personel maupun peralatan," jelasnya.

Usai pelaksanaan Apel Siaga Karhutla beberapa waktu lalu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tebo langsung turun ke lapangan untuk melakukan patroli dan sosialisasi di sejumlah wilayah yang dinilai rawan Karhutla, khususnya di Kecamatan Sumay.

Beberapa desa yang menjadi fokus pemantauan di antaranya Desa Muara Sekalo, Semambu, Suo-Suo dan Pemayungan. Di lokasi tersebut, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Joko juga mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti informasi cuaca dari BMKG, menjaga kesehatan di tengah perubahan cuaca, serta segera berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun petugas apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap siaga, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melapor apabila melihat adanya titik api agar dapat ditangani sedini mungkin," pungkasnya. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA