JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Bupati Tebo Agus Rubiyanto, S.E., M.M., menghadiri peresmian Gedung Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tebo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tebo, Selasa (7/7/2026).
Peresmian yang berlangsung di Kantor KPU Kabupaten Tebo tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kelembagaan penyelenggara pemilu di daerah. Kehadiran gedung baru diharapkan mampu menunjang pelaksanaan tugas KPU secara lebih profesional, efektif, dan optimal.
Gedung kantor yang lebih representatif ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan pemilu di Kabupaten Tebo. Dengan sarana dan prasarana yang memadai, KPU diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat serta menjalankan setiap tahapan pemilu secara transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Bupati Tebo Agus Rubiyanto bersama unsur Forkopimda turut menyaksikan rangkaian peresmian sebagai simbol dimulainya pemanfaatan gedung baru tersebut untuk mendukung aktivitas kelembagaan KPU Kabupaten Tebo.
Pemerintah Kabupaten Tebo berharap keberadaan kantor baru itu semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pelaksanaan pesta demokrasi yang aman, tertib, dan berkualitas.
“Semoga dengan gedung kantor yang baru ini, KPU Kabupaten Tebo semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta mampu menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penyelenggara pemilu yang profesional, independen, dan berintegritas demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas di Kabupaten Tebo,” ujarnya. (San)
HUT ke-27 Kabupaten Tebo, Wagub Jambi Tekankan Kolaborasi dan Evaluasi Pembangunan
Kabut Asap di Tebo, Babinsa Bagikan Masker ke Warga Pasar Bangun Seranten
HUT ke-27 Tebo, BRI Branch Office Rimbo Bujang Doakan Daerah Makin Maju
Bank Jambi Dapat Apresiasi Bupati Tebo, Dinilai Dukung Ekonomi dan Pembangunan Daerah
Pemdes Sungai Jernih Bersama Babinsa dan Balai TNBD Sosialisasikan Pencegahan Karhutla
PKS Jambi Usulkan Pemutakhiran Data Pemilih Lebih Ketat, Soroti Sengketa yang Berulang