PKS Jambi Usulkan Pemutakhiran Data Pemilih Lebih Ketat, Soroti Sengketa yang Berulang

Senin, 06 Juli 2026 - 12:50:20 WIB - Dibaca: 79 kali

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, Pilkada, Relawan dan Saksi DPW PKS Jambi, Amir Hamzah, SH, menyampaikan pandangan dan usulan terkait pemutakhiran data pemilih saat rapat koordinasi dan rapat pleno terbuka di Aula KPU Provinsi Jambi, Senin (6/7/2026).
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, Pilkada, Relawan dan Saksi DPW PKS Jambi, Amir Hamzah, SH, menyampaikan pandangan dan usulan terkait pemutakhiran data pemilih saat rapat koordinasi dan rapat pleno terbuka di Aula KPU Provinsi Jambi, Senin (6/7/2026). (Humas PKS)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, Pilkada, Relawan dan Saksi DPW PKS Jambi, Amir Hamzah, SH, menyoroti persoalan daftar pemilih yang dinilai terus berulang setiap pelaksanaan pemilu maupun pilkada. Menurutnya, persoalan tersebut harus diselesaikan secara serius agar tidak lagi menjadi pemicu sengketa hasil pemilu.

Hal itu disampaikan Amir Hamzah dalam rapat koordinasi dan rapat pleno terbuka di Aula KPU Provinsi Jambi, Senin (6/7/2026).

Ia menilai, meski pemutakhiran data pemilih terus dilakukan, berbagai persoalan tetap muncul setiap penyelenggaraan pemilu. Kondisi tersebut, menurutnya, memunculkan kesan bahwa masalah daftar pemilih seolah selalu tersedia sebagai celah yang dimanfaatkan dalam proses sengketa hasil pemilu.

"Pemutakhiran data ini selalu dilakukan, tetapi ketika pemilu maupun pilkada tetap saja muncul permasalahan yang sama. Ini bukan suuzon, tetapi berdasarkan fakta yang sering terjadi. Seolah-olah persoalan ini menjadi peluang untuk dijadikan bahan gugatan ke Mahkamah Konstitusi oleh pasangan calon atau partai politik yang kalah," ujar Amir.

Ia mencontohkan sejumlah kasus di Provinsi Jambi, di mana persoalan daftar pemilih baru menjadi perhatian setelah hasil pemilu atau pilkada ditetapkan. Menurutnya, jika tidak terjadi sengketa hasil, persoalan tersebut sering kali tidak muncul ke permukaan.

"Dari beberapa kasus yang saya lihat di Jambi, masalah ini baru terungkap setelah hasil sudah ditetapkan, setelah diketahui siapa yang menang atau siapa yang memperoleh kursi. Kalau tidak ada konflik, persoalan itu seakan-akan tidak muncul," katanya.

Karena itu, Amir mengusulkan agar KPU dan Bawaslu memperkuat mekanisme pemutakhiran data pemilih sejak jauh hari dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut dinilai penting agar daftar pemilih benar-benar akurat dan tidak lagi menjadi sumber polemik maupun sengketa pada Pemilu 2029. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA