Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah di Arab Melayu Jambi Ludes Terbakar

Rabu, 08 Juli 2026 - 20:58:36 WIB - Dibaca: 207 kali

Dua unit rumah di Jalan K.H.A. Tomok, Kelurahan Arab Melayu, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, terbakar pada Rabu (8/7/2026).
Dua unit rumah di Jalan K.H.A. Tomok, Kelurahan Arab Melayu, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, terbakar pada Rabu (8/7/2026). (David )

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Kebakaran hebat menghanguskan dua unit rumah di Jalan K.H.A. Tomok, Kelurahan Arab Melayu, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, Rabu (8/7/2026) sore. Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik itu sempat membuat panik warga sekitar karena api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sebelahnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 16.37 WIB melalui layanan Call Center 112 dan operator Damkar.

Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 16.44 WIB dan tiba sekitar pukul 16.54 WIB dengan waktu tanggap (response time) sekitar 10 menit dari Pos Pelayanan Kebakaran (Posyankar) Jamkose.

"Begitu menerima informasi, personel langsung diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan mencegah api meluas ke bangunan lain," ujar Mustari.

Ia menjelaskan, dua bangunan yang terbakar terdiri dari satu rumah permanen milik Muhammad Rasyid dan satu rumah non permanen milik Ijal.

Berdasarkan hasil investigasi awal, kebakaran diduga berasal dari korsleting pada instalasi listrik di bagian plafon rumah milik Muhammad Rasyid.

Menurut keterangan saksi di lokasi, meteran listrik rumah tersebut sebelumnya memang sering mengalami gangguan. MCB beberapa kali turun ketika sejumlah peralatan elektronik digunakan secara bersamaan.

"Sebelum kebakaran terjadi, MCB kembali turun. Setelah dinyalakan lagi, sekitar lima menit kemudian terlihat kobaran api muncul dari bagian belakang plafon rumah," jelas Mustari.

Api yang muncul kemudian dengan cepat membakar material mudah terbakar yang berada di sekitar plafon, seperti kasur, kertas, dan berbagai barang lainnya. Kondisi angin yang cukup kencang membuat kobaran api semakin cepat membesar hingga akhirnya merambat ke rumah non permanen yang berada di bagian dapur rumah tetangga.

Untuk mengendalikan kebakaran, Damkartan Kota Jambi mengerahkan kekuatan penuh dengan menurunkan 45 personel, satu unit armada komando, lima armada tempur, serta tiga armada suplai air.

Selama proses pemadaman dan pendinginan, petugas menghabiskan sekitar 45 ribu liter air. Proses penanganan berlangsung kurang lebih satu setengah jam hingga api berhasil dipastikan padam sepenuhnya.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik demi keselamatan, serta bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengamankan lokasi, melakukan penyelidikan penyebab kebakaran, dan mengantisipasi agar api tidak merambat ke bangunan lain yang berada di kawasan permukiman padat tersebut.

Meski berhasil dikendalikan, proses pemadaman sempat mengalami sejumlah kendala. Banyaknya warga yang memadati lokasi kejadian dan kendaraan yang terparkir di sepanjang akses menuju titik kebakaran membuat mobil pemadam kesulitan menjangkau lokasi. Selain itu, jarak antarrumah yang cukup rapat juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

"Alhamdulillah api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke bangunan lainnya. Namun dalam proses pemadaman, satu personel kami atas nama M. Idrus mengalami keseleo pada kaki setelah terjatuh saat melakukan pemadaman di lantai dua rumah yang terbakar," ungkap Mustari.

Damkartan Kota Jambi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang dipicu instalasi listrik.

Warga diminta melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, menggunakan instalasi sesuai standar keselamatan, menghindari penggunaan terlalu banyak peralatan elektronik pada satu jalur listrik, serta segera mengganti kabel maupun perangkat listrik yang sudah tidak layak pakai.

"Instalasi listrik yang tidak memenuhi standar sangat berisiko menyebabkan korsleting yang dapat memicu kebakaran. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pengecekan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," pungkas Mustari. (ahmad)





BERITA BERIKUTNYA