Ekspor Batu Bara Jambi Anjlok 81,78 Persen, Kinerja Ekspor Daerah Masih Tertekan

Selasa, 07 Juli 2026 - 12:38:31 WIB - Dibaca: 57 kali

Ilustrasi
Ilustrasi (NET)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Kinerja ekspor batu bara asal Provinsi Jambi hingga Mei 2026 masih belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Di tengah meningkatnya ekspor sektor pertambangan secara bulanan, komoditas batu bara justru mengalami penurunan yang sangat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi salah satu faktor yang menekan kinerja ekspor daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, nilai ekspor Provinsi Jambi pada Mei 2026 secara keseluruhan tercatat sebesar US$194,72 juta, turun 5,27 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai US$205,55 juta.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan penurunan tersebut dipengaruhi melemahnya ekspor sejumlah komoditas unggulan nonmigas. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan di antaranya pinang, kopi, teh dan rempah-rempah, minyak nabati, karet dan barang dari karet, kayu lapis, serta pulp dan kertas. Di sisi lain, komoditas minyak dan gas bumi (migas) justru mengalami peningkatan. "Nilai ekspor Provinsi Jambi pada Mei 2026 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan dipengaruhi oleh melemahnya ekspor sejumlah komoditas utama, sementara komoditas migas mengalami peningkatan," ujar Aidil Adha dalam rilis resmi BPS yang dikutip, Senin (6/7/2026).

Secara bulanan, kelompok pertambangan memang mencatat pertumbuhan sebesar 16,36 persen dengan nilai ekspor mencapai US$100,89 juta. Namun, peningkatan tersebut bukan berasal dari batu bara, melainkan didorong oleh naiknya ekspor gas alam.

Sebaliknya, ekspor batu bara yang selama ini menjadi salah satu komoditas andalan Jambi masih berada dalam tren penurunan. Data BPS menunjukkan, sepanjang Januari hingga Mei 2026, nilai ekspor batu bara hanya mencapai US$6,08 juta, atau merosot 81,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang masih mencapai US$33,39 juta.

Anjloknya ekspor batu bara tersebut turut memengaruhi kinerja sektor pertambangan secara kumulatif. Hingga Mei 2026, nilai ekspor kelompok pertambangan tercatat sebesar US$375,07 juta, turun 15,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Nilai ekspor kelompok pertambangan sampai dengan Mei 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya turun 15,72 persen. Hal ini dipengaruhi oleh turunnya nilai ekspor komoditas migas serta komoditas batu bara," kata Aidil Adha.

Meski menghadapi tekanan cukup berat, sektor pertambangan masih menjadi penyumbang ekspor terbesar kedua di Provinsi Jambi dengan kontribusi 45,13 persen terhadap total ekspor daerah. Posisi tersebut berada di bawah kelompok industri pengolahan yang menyumbang 50,12 persen dari total ekspor.

Secara kumulatif, total nilai ekspor Provinsi Jambi selama Januari hingga Mei 2026 mencapai US$831,15 juta. Angka tersebut masih mengalami penurunan 5,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

BPS juga mencatat, lima negara tujuan utama ekspor asal Provinsi Jambi pada Mei 2026 masih didominasi oleh Singapura, Malaysia, Jepang, India, dan Amerika Serikat. Negara-negara tersebut menjadi pasar utama bagi berbagai komoditas unggulan Jambi, baik dari sektor industri maupun pertambangan.

Turunnya ekspor batu bara menjadi sinyal bahwa sektor pertambangan Jambi masih menghadapi tantangan besar. Meskipun ekspor migas mulai menunjukkan perbaikan, kondisi tersebut belum mampu menutupi penurunan tajam ekspor batu bara yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perdagangan luar negeri daerah.
Situasi ini juga menunjukkan bahwa pemulihan kinerja ekspor Provinsi Jambi masih berlangsung secara tidak merata. Ke depan, peningkatan daya saing komoditas unggulan serta stabilitas permintaan pasar internasional akan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekspor daerah. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA