Maulana Bidik APBD Kota Jambi Rp2,2 Triliun, OPD Diminta Gaspol Kejar PAD dari Tower, Iklan dan Inte

Selasa, 07 Juli 2026 - 12:23:14 WIB - Dibaca: 37 kali

Wali Kota Jambi, dr Maulana.
Wali Kota Jambi, dr Maulana. (David)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Wali Kota Jambi, Maulana, memasang target ambisius terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Jambi. Pada tahun anggaran mendatang, ia menargetkan APBD Kota Jambi mampu menembus angka Rp2,2 triliun melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor yang dinilai masih memiliki potensi besar.

Target tersebut disampaikan Maulana saat menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Jambi Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi.
Dalam arahannya, Maulana meminta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi penyumbang pendapatan daerah agar bekerja lebih maksimal dalam menggali seluruh potensi PAD yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Beberapa OPD yang mendapat perhatian khusus di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD).

Menurut Maulana, sektor periklanan, menara telekomunikasi (tower), jaringan internet, pemanfaatan aset milik pemerintah daerah, hingga berbagai objek pajak dan retribusi lainnya masih menyimpan potensi besar yang harus dimaksimalkan untuk meningkatkan penerimaan daerah.
"Potensi-potensi yang selama ini belum tergarap secara maksimal harus segera dioptimalkan.

Jika PAD terus meningkat, maka kemampuan fiskal Pemerintah Kota Jambi juga akan semakin kuat dalam membiayai pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," tegas Maulana.
Ia menegaskan, peningkatan PAD menjadi salah satu strategi utama Pemerintah Kota Jambi dalam memperbesar kapasitas APBD sehingga ruang fiskal pemerintah semakin luas untuk merealisasikan berbagai program prioritas pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Kota Jambi berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang sangat positif.
Dari target pendapatan daerah sebesar Rp1,980 triliun, realisasi yang berhasil dicapai mencapai Rp2,013 triliun atau 101,68 persen dari target yang telah ditetapkan.

Sementara itu, realisasi belanja daerah dan transfer mencapai Rp1,848 triliun atau 92,75 persen dari pagu anggaran sebesar Rp1,992 triliun.
Dengan capaian tersebut, APBD Kota Jambi yang sebelumnya diproyeksikan mengalami defisit sebesar Rp12,58 miliar, justru berbalik mencatat surplus anggaran sebesar Rp165,21 miliar.

Capaian positif juga terlihat pada sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari target sebesar Rp606,28 miliar, realisasi PAD berhasil mencapai Rp615,08 miliar atau 101,45 persen. Sementara pendapatan transfer terealisasi sebesar Rp1,398 triliun atau 101,78 persen dari target.

Selain itu, hingga 31 Desember 2025, Pemerintah Kota Jambi juga mencatatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp177,67 miliar. Nilai aset Pemerintah Kota Jambi pun mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp5,637 triliun, atau bertambah sekitar Rp384,03 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Maulana menilai hasil tersebut menjadi modal kuat bagi Pemerintah Kota Jambi untuk menetapkan target yang lebih tinggi pada tahun mendatang. Ia meminta seluruh OPD penghasil pendapatan tidak hanya mampu mempertahankan capaian yang sudah diraih, tetapi juga terus melakukan inovasi dalam menciptakan sumber-sumber PAD baru yang sah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga berharap sinergi antara Pemerintah Kota Jambi, DPRD, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar target APBD sebesar Rp2,2 triliun benar-benar dapat diwujudkan melalui pengelolaan keuangan daerah yang efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA