Bupati Merangin Ajak Warga Bijak Bermedia Sosial, Kritik Pemerintah Disampaikan di Jalur yang Tepat

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:37:05 WIB - Dibaca: 50 kali

Bupati Merangin M. Syukur menyampaikan arahan dan mengajak masyarakat bijak menggunakan media sosial saat kegiatan Subuh Keliling (Subling) di Masjid Baitussalam, Kecamatan Bangko, Jumat (10/7).
Bupati Merangin M. Syukur menyampaikan arahan dan mengajak masyarakat bijak menggunakan media sosial saat kegiatan Subuh Keliling (Subling) di Masjid Baitussalam, Kecamatan Bangko, Jumat (10/7). (Saudi)

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Bupati Merangin M. Syukur mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Ia menilai ruang digital seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal positif, bukan menjadi tempat menyebarkan hujatan, informasi sepihak, maupun membuka aib seseorang.

Pesan tersebut disampaikan M. Syukur saat mengikuti kegiatan Subuh Keliling (Subling) di Masjid Baitussalam, Lorong Kampar, RT 09, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Jumat (10/7).

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Merangin Zulhifni dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu, Bupati menegaskan dirinya tidak pernah menutup ruang kritik terhadap jalannya pemerintahan. Menurutnya, kritik merupakan hak setiap warga negara dalam sistem demokrasi.

Meski demikian, M. Syukur berharap kritik disampaikan melalui cara yang santun dan saluran yang tepat agar dapat menjadi masukan yang membangun bagi pemerintah daerah.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menghakimi seseorang melalui media sosial sebelum ada kepastian hukum. Menurutnya, penyebaran tuduhan tanpa dasar dapat memicu perpecahan dan merusak kehidupan sosial di tengah masyarakat.

Bupati mengajak masyarakat untuk terus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta menjaga budaya saling menghormati yang selama ini menjadi ciri kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

Selain menyampaikan pesan mengenai etika bermedia sosial, kegiatan Subling putaran ketujuh tersebut juga diisi dengan penyerahan santunan kepada fakir miskin, anak yatim, dan kaum duafa. Pemerintah Kabupaten Merangin berharap kegiatan Subuh Keliling dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan ibadah, sekaligus membuka ruang dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat.

"Mengkritik pemerintah silakan, itu hak kita. Kalau perlu, surati langsung Bupati atau datang dan sampaikan baik-baik apa kebijakan yang dirasa kurang menguntungkan masyarakat. Saya tidak marah," ujar Bupati Merangin M. Syukur.

Lebih lanjut bupati juga mengajak agar kita saling menghormati dan menghargai dalam bermasyarakat.

"Mari kita hormati asas praduga tidak bersalah. Saling menghormati dan menghargai adalah ciri asli bangsa kita yang harus terus kita pertahankan," pungkasnya. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA