Bupati Merangin Tegaskan Penataan PKL Bukan Penggusuran, Drainase Kota Bangko Mulai Dibenahi

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:42:23 WIB - Dibaca: 39 kali

Bupati Merangin M. Syukur berbincang dengan warga saat menghadiri kegiatan di Masjid Baitussalam, Lorong Kampar, Kelurahan Pematang Kandis, Jumat (10/7/2026).
Bupati Merangin M. Syukur berbincang dengan warga saat menghadiri kegiatan di Masjid Baitussalam, Lorong Kampar, Kelurahan Pematang Kandis, Jumat (10/7/2026). (Saudi)

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin terus melakukan penataan estetika Kota Bangko sekaligus memperbaiki sejumlah fasilitas umum untuk mengatasi persoalan klasik perkotaan, seperti banjir lokal akibat drainase tersumbat dan rendahnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

Hal itu disampaikan Bupati Merangin M. Syukur saat menghadiri kegiatan di Masjid Baitussalam, Lorong Kampar, Kelurahan Pematang Kandis, Jumat (10/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, M. Syukur meluruskan anggapan yang berkembang terkait kebijakan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL). Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak pernah berniat menggusur ataupun mematikan mata pencarian para pedagang.

Menurutnya, penataan dilakukan agar fasilitas publik dapat kembali berfungsi sesuai peruntukannya, terutama trotoar dan badan jalan yang selama ini banyak digunakan untuk berjualan.

"Saya tidak pernah mengusir para pedagang di pinggir jalan. Yang kami lakukan adalah menata dan menempatkan mereka sesuai peruntukannya. Jika semua badan jalan dipakai berjualan, untuk apa kita bangun trotoar bagi pejalan kaki?" kata M. Syukur.

Selain penataan PKL, Bupati juga menyoroti kondisi drainase di sejumlah titik Kota Bangko yang dinilai memprihatinkan. Ia mengungkapkan, banyak saluran air tersumbat, bahkan ditemukan pembuangan limbah septic tank yang langsung dialirkan ke drainase umum.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Merangin mulai melakukan pembongkaran dan perbaikan saluran drainase secara bertahap. Pekerjaan diawali dari kawasan depan Yamaha hingga area bawah jembatan layang.

M. Syukur berharap pembenahan infrastruktur itu dapat mengurangi genangan air sekaligus menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertata.

Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat Merangin untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga.

"Pemerintah masih kewalahan menghadapi sampah karena masih banyak yang suka buang di jalan padahal tempat sampah sudah disiapkan. Kalau kita ingin Merangin ini berubah menjadi kota yang rapi, bersih, dan nyaman, mari kita mulai dari kedisiplinan diri kita masing-masing," pungkasnya. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA