Sekda Zulhifni Apresiasi Festival Kenduri Psko, Jadi Ruang Pelestarian Budaya Merangin

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:11:08 WIB - Dibaca: 105 kali

Sekda Merangin Zulhifni menyerahkan penghargaan kepada pelestari Tari Kadam pada pembukaan Festival Kenduri Psko di RTH Pasar Bawah Bangko, Merangin.
Sekda Merangin Zulhifni menyerahkan penghargaan kepada pelestari Tari Kadam pada pembukaan Festival Kenduri Psko di RTH Pasar Bawah Bangko, Merangin. (Saudi)

JAMPRIMA.COM, MERANGIN – Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin Zulhifni mewakili Bupati Merangin H. M. Syukur menghadiri sekaligus mendampingi Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani pada pembukaan Festival Kenduri Psko di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pasar Bawah Bangko, Sabtu (11/7/2026) malam.

Pada kesempatan tersebut, Zulhifni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan Festival Kenduri Psko. Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini tidak hanya menjadi upaya melestarikan tradisi leluhur, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Merangin maupun pribadi, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia Sanggar Pelito Mudo, para penggiat budaya, dan masyarakat yang menginisiasi Festival Kenduri Psko yang luar biasa ini," ujar Zulhifni.

Ia menjelaskan, pemanfaatan ruang publik sebagai lokasi penyelenggaraan festival budaya secara otomatis akan menggerakkan roda ekonomi lokal. Kehadiran masyarakat dalam festival tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM, pengrajin, hingga pelaku usaha kuliner untuk meningkatkan pendapatan.

Selain memberikan sambutan, Sekda Merangin juga menyerahkan plakat penghargaan beserta buku kepada para pelestari dan pelaku Tari Kadam sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam menjaga salah satu warisan budaya daerah yang keberadaannya mulai langka.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani dalam sambutannya mengatakan Kenduri Psko merupakan warisan budaya yang memiliki nilai historis, filosofis, dan spiritual yang sangat mendalam. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, keselamatan, dan kesejahteraan.

Menurutnya, Kenduri Psko juga menjadi media mempererat persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, serta sarana edukasi bagi generasi muda agar terus mencintai dan melestarikan adat istiadat.

Festival Kenduri Psko yang berlangsung selama dua hari itu dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, di antaranya Pelito Mudo Ethnic Project, mahakarya Rupa Al Kadam, fashion show, permainan rakyat, serta penampilan tari-tarian tradisional yang menjadi daya tarik masyarakat. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA