Qori Internasional dan Ustadz Daud Hendi Isma'il Siap Meriahkan MTQH ke-52 Merangin

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:34:42 WIB - Dibaca: 103 kali

Bupati Merangin M. Syukur memberikan arahan saat memimpin rapat pemantapan akhir persiapan MTQH ke-52 Kabupaten Merangin di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Manau, Selasa (14/7/2026).
Bupati Merangin M. Syukur memberikan arahan saat memimpin rapat pemantapan akhir persiapan MTQH ke-52 Kabupaten Merangin di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Manau, Selasa (14/7/2026). (Saudi)

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN – Musabaqah Tilawatil Qur'an wal Hadist (MTQH) ke-52 tingkat Kabupaten Merangin dipastikan berlangsung semarak. Selain menjadi ajang syiar Islam, kegiatan yang digelar pada 18–22 Juli 2026 di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Manau, juga akan menghadirkan tokoh-tokoh religi tingkat nasional.

Pembukaan MTQH ke-52 akan dilakukan oleh qori internasional, Ustadz H. Mustofa Tuwuh. Sementara pada malam penutupan, panitia menghadirkan penceramah asal Jakarta, Ustadz H. Daud Hendi Isma'il, untuk memberikan tausiyah kepada masyarakat.

Kepastian kehadiran kedua tokoh tersebut disampaikan Bupati Merangin M. Syukur saat memimpin rapat pemantapan akhir persiapan MTQH di Desa Bukit Batu, Selasa (14/7/2026).

"Insyaallah 99 persen beliau (qori internasional) hadir, begitu juga dengan Ustadz H. Daud Hendi Isma'il. Tiket perjalanan pun sudah dikantongi. Kehadiran tokoh-tokoh ini merupakan bentuk antusiasme besar untuk membantu kita menyiarkan syiar Islam di Kabupaten Merangin," kata M. Syukur.

Selain menghadirkan tamu istimewa, pelaksanaan MTQH tahun ini juga dinilai memiliki nilai tersendiri karena persiapan awalnya lahir dari semangat gotong royong masyarakat.

Bupati mengungkapkan, pembangunan infrastruktur awal seperti pembukaan akses jalan baru hingga penataan lahan dilakukan melalui iuran sukarela warga dari tiga kecamatan, yakni Sungai Manau, Pangkalan Jambu, dan Renah Pembarap.

Menurutnya, kebersamaan masyarakat menjadi modal penting sehingga berbagai keraguan terhadap kesiapan lokasi penyelenggaraan akhirnya mampu dijawab dengan kerja nyata.

"Ini adalah MTQ pertama yang saya persiapkan secara penuh sejak menjabat sebagai bupati. Walaupun awalnya banyak yang meragukan kesiapan lokasi ini, berkat kegigihan masyarakat yang dimotori oleh tokoh kita, Pak Haji Maknur, semua keraguan itu terpatahkan. Ini sangat luar biasa," ujarnya.

Menjelang hari pelaksanaan, Bupati meminta seluruh pekerjaan fisik segera dituntaskan. Ia menginstruksikan agar panggung utama, dekorasi, pemondokan kafilah, hingga pasokan air bersih dari PDAM sudah selesai dan siap digunakan paling lambat Kamis mendatang.

Tak hanya itu, Dinas Perhubungan juga diminta menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengaturan kendaraan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat jumlah peserta MTQH mencapai lebih dari 500 orang, belum termasuk ribuan masyarakat yang diperkirakan akan memadati lokasi kegiatan.

Sebagai bentuk ikhtiar spiritual, M. Syukur juga mengajak seluruh camat dan kepala desa di Kecamatan Sungai Manau, Pangkalan Jambu, dan Renah Pembarap untuk melibatkan tokoh adat serta tokoh masyarakat dalam doa bersama yang akan digelar pada Kamis malam atau malam Jumat.

"Malam Jumat kita adakan doa bersama di lokasi. Kita bersama-sama mengetuk pintu langit agar pelaksanaan MTQH ke-52 ini berjalan sukses, aman, dan tanpa kendala apa pun," tutupnya. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA