Kabar Baik untuk Merangin, Dana Rp100 Miliar dari Pusat Disiapkan Perbaiki Jalan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:48:44 WIB - Dibaca: 160 kali

Bupati Merangin M. Syukur menyampaikan sambutan saat kegiatan Subuh Keliling (Subling) di Masjid Al-Muhajirin, Kecamatan Bangko.
Bupati Merangin M. Syukur menyampaikan sambutan saat kegiatan Subuh Keliling (Subling) di Masjid Al-Muhajirin, Kecamatan Bangko. (Saudi)

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin berpeluang memperoleh tambahan anggaran sebesar Rp100 miliar dari pemerintah pusat untuk pembangunan dan perbaikan jalan daerah pada tahun ini. Dana tersebut diharapkan menjadi suntikan besar dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Merangin.

Kabar tersebut disampaikan langsung Bupati Merangin M. Syukur saat menghadiri kegiatan Subuh Keliling (Subling) di Masjid Al-Muhajirin, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Jumat (24/7).

Di hadapan jemaah dan tokoh masyarakat, Syukur mengatakan pembangunan Merangin ke depan menghadapi tantangan yang semakin besar. Karena itu, dukungan anggaran dari pemerintah pusat menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat pemerataan infrastruktur.

"Tantangan kita ke depan semakin besar. Insya Allah tahun ini kita banyak mendapat bantuan dari pusat khusus menyelesaikan infrastruktur. DPR RI akan menyetujui tambahan anggaran untuk infrastruktur sebesar Rp 100 miliar, itu khusus jalan-jalan daerah," ujar Syukur.

Selain mengupayakan tambahan anggaran, Pemkab Merangin juga bersiap melakukan penataan ulang sistem lalu lintas di kawasan perkotaan Bangko. Salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah mengubah konsep Jalur Tiga menjadi Jalur Dua.

Menurut Syukur, perubahan tersebut telah mendapat persetujuan bersama DPR RI setelah mempertimbangkan perkembangan kondisi lalu lintas yang semakin padat.

Ia menjelaskan, konsep Jalur Tiga yang selama ini diterapkan dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan saat ini. Meningkatnya jumlah kendaraan, terutama truk tronton yang melintas pada sore hari, membuat arus lalu lintas menjadi semrawut dan membingungkan pengguna jalan.

"Secara prinsip Jalur Tiga dulu tidak ada yang salah, sesuai dengan kebutuhan zamannya. Namun hari ini kondisinya luar biasa padat. Kendaraan besar membuat alur lalu lintas semrawut, masyarakat sampai bingung mana jalur kiri dan kanan. Jalur kita ini praktis seperti ada 6 jalur," jelasnya. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA