Ivan Wirata Dorong Revitalisasi Sungai Batanghari, Sebut Bisa Jadi Motor Ekonomi Jambi

Senin, 03 Agustus 2026 - 10:18:20 WIB - Dibaca: 153 kali

Ivan Wirata menilai revitalisasi Sungai Batang Hari penting untuk mendukung transportasi, ekonomi, dan pelestarian lingkungan di Jambi.
Ivan Wirata menilai revitalisasi Sungai Batang Hari penting untuk mendukung transportasi, ekonomi, dan pelestarian lingkungan di Jambi. (Rahim)

JAMBIPRIMA., JAMBI – Revitalisasi Sungai Batang Hari dinilai menjadi langkah strategis untuk mengembalikan peran sungai terpanjang di Pulau Sumatera itu sebagai jalur transportasi, penggerak ekonomi, sekaligus identitas budaya masyarakat Jambi. Gagasan tersebut disampaikan akademisi dan pakar transportasi Ivan Wirata yang menilai pengembangan Batang Hari harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Ivan Wirata mengatakan Sungai Batang Hari bukan sekadar aliran air yang membelah Provinsi Jambi. Sungai dengan panjang lebih dari 800 kilometer itu merupakan nadi peradaban yang telah menghidupi masyarakat sejak era Kerajaan Melayu Jambi hingga masa kejayaan Sriwijaya. Pada masa lalu, Batang Hari menjadi jalur perdagangan utama yang menghubungkan wilayah pedalaman dengan dunia luar.

Menurut Ivan, upaya menghidupkan kembali fungsi Sungai Batang Hari harus dilihat dari tiga dimensi utama, yakni konektivitas dan transportasi, pelestarian lingkungan, serta pengembangan ekonomi dan pariwisata.

Pada sektor transportasi, ia menilai moda angkutan sungai dapat menjadi solusi untuk mengurangi beban jalan darat, terutama dalam mendukung distribusi logistik dari wilayah hulu seperti Kabupaten Bungo, Tebo, dan Sarolangun menuju Kota Jambi.

"Pengerukan alur sungai yang tepat serta revitalisasi dermaga-dermaga tradisional akan membuka peluang Batang Hari kembali menjadi jalur angkutan barang dan penumpang yang efisien," ujar Ivan Wirata, Senin (3/8/2026).

Dari sisi lingkungan, Ivan mengingatkan bahwa Sungai Batang Hari saat ini menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari pendangkalan akibat sedimentasi, alih fungsi lahan di daerah tangkapan air, hingga maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Karena itu, ia menilai sinkronisasi antara Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jambi dengan program pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi langkah penting agar pembangunan tidak mempercepat kerusakan lingkungan.

Sementara itu, pada aspek ekonomi, Ivan Wirata melihat peluang besar pengembangan kawasan tepian Batang Hari melalui konsep river tourism dan waterfront development. Menurutnya, kawasan sungai dapat dikembangkan menjadi ruang publik yang mampu mendorong pertumbuhan UMKM, ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata.

Ivan Wirata menegaskan revitalisasi Sungai Batang Hari bukanlah proyek yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Menurutnya, keberhasilan program tersebut hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.

"Memajukan Batang Hari bukan proyek jangka pendek, melainkan kerja kolaboratif lintas sektor, pemerintah, akademisi, pelaku transportasi, dan masyarakat untuk mengembalikan fungsi sungai ini sebagai urat nadi ekonomi sekaligus identitas budaya Jambi," tegas Ivan Wirata. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA