JAMBIPRIMA.COM, TEBO — Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Masjid YAMP, Komplek Perkantoran Kabupaten Tebo, Selasa (25/8/2026), menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus membangun kebersamaan antara aparat kewilayahan, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Komandan Koramil 416-05/Muara Tebo, Kapten Inf Adrial Nursal, sebagai bagian dari pelaksanaan Komunikasi Sosial (Komsos) di wilayah binaannya. Kehadiran Danramil tidak semata-mata sebagai bentuk partisipasi dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga mencerminkan pendekatan kewilayahan TNI dalam membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.
Peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Masyarakat yang Cerdas, Sehat, Sejahtera Menuju Tebo Maju Tahun 2026.” Tema tersebut menempatkan nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai landasan moral dalam membangun kehidupan masyarakat yang tidak hanya religius, tetapi juga sehat, sejahtera dan memiliki kepedulian sosial.
Bagi Kapten Inf Adrial Nursal, kegiatan keagamaan memiliki ruang yang lebih luas daripada sekadar ritual. Peringatan Isra Mi’raj dapat menjadi sarana memperkuat keimanan sekaligus mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana kebersamaan.
Ia menilai nilai-nilai yang diwariskan Rasulullah SAW, seperti kejujuran, kepedulian, kesabaran dan semangat membangun persaudaraan, tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat.
“Mari kita jadikan peringatan Isra Mi'raj ini sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan. Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, kita dapat bersama-sama membangun masyarakat yang lebih baik, sejahtera dan harmonis,” ujar Kapten Inf Adrial Nursal.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya membutuhkan dukungan kebijakan dan program pemerintah, tetapi juga fondasi sosial berupa kepedulian, toleransi, persaudaraan dan rasa tanggung jawab bersama.
Kehadiran Danramil dalam kegiatan Isra Mi’raj juga memperlihatkan fungsi Komsos sebagai salah satu instrumen penting dalam pembinaan teritorial. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, komunikasi antara TNI dan warga dapat dibangun secara lebih terbuka dan berkelanjutan.
Pendekatan semacam ini penting karena kondisi keamanan dan ketertiban wilayah tidak hanya bergantung pada aparat. Lingkungan yang aman dan kondusif juga terbentuk dari hubungan sosial yang kuat serta kemampuan masyarakat untuk menjaga kebersamaan.
Dalam konteks Kabupaten Tebo, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tokoh agama dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah. Forum keagamaan seperti Isra Mi’raj menyediakan ruang bagi seluruh unsur tersebut untuk bertemu, berkomunikasi dan memperkuat rasa persatuan.
Tema Isra Mi’raj tahun ini juga membawa pesan bahwa keteladanan Rasulullah SAW perlu diterjemahkan ke dalam perilaku sehari-hari. Kejujuran dapat menjadi dasar membangun kepercayaan, kepedulian memperkuat solidaritas sosial, sementara kesabaran dan persaudaraan membantu masyarakat menghadapi perbedaan tanpa kehilangan persatuan.
Nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang membutuhkan kolaborasi lintas kelompok. Masyarakat yang cerdas dan sejahtera bukan hanya ditandai oleh kemajuan pembangunan fisik, tetapi juga oleh kuatnya karakter dan hubungan sosial di dalamnya.
Karena itu, peringatan Isra Mi’raj di Masjid YAMP tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pesan keagamaan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi dorongan bagi masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, aman dan lancar. Kehadiran unsur TNI dalam kegiatan tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah dan tokoh-tokoh masyarakat.
Bagi aparat kewilayahan, kedekatan dengan masyarakat merupakan modal penting untuk menciptakan kondisi wilayah yang kondusif. Sebaliknya, bagi masyarakat, komunikasi yang baik dengan aparat dapat membuka ruang koordinasi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan keamanan di lingkungan masing-masing.
Pada akhirnya, semangat Isra Mi’raj yang dibawa melalui tema keteladanan Rasulullah SAW bertemu dengan semangat Komsos dalam satu tujuan: membangun hubungan sosial yang lebih erat.
Di tengah agenda menuju Tebo Maju 2026, nilai religius, kepedulian sosial dan sinergi antarelemen masyarakat menjadi fondasi yang tidak kalah penting dari pembangunan fisik. Dari masjid, pesan tentang keteladanan dan persaudaraan diharapkan terus terbawa ke tengah kehidupan masyarakat, menjadi kekuatan bersama untuk menjaga Tebo tetap harmonis, aman dan kondusif. (San)
Sumur Bor Jadi Harapan Petani Teluk Rendah Pasar Hadapi Ancaman Kekeringan
Warga Lubuk Mandarsah Ulu Apresiasi Cek Endra, Minta Listrik Segera Menyala
Wabup Tebo Nazar Efendi: Maulid Nabi Jadi Momentum Hidupkan Keteladanan Rasulullah
Fraksi Gerindra Tebo Dorong SPPG Serap Produk BUMDes, Ketahanan Pangan Harus Berdampak ke Desa
PTA MAN 2 Tebo Jadi Wadah Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan Siswa
Maulid Nabi di Ponpes Addhuha, Tanamkan Keteladanan Rasulullah kepada Generasi Muda