JAMBIPRIMA.COM, TEBO — Persoalan ketersediaan air masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani, terutama ketika musim kemarau tiba. Kondisi tersebut turut dirasakan kelompok tani Dian Balito di Desa Teluk Rendah Pasar, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, yang membutuhkan sumber air alternatif untuk menjaga keberlangsungan lahan pertanian mereka.
Di tengah persoalan itu, kehadiran Babinsa Koramil 416-03/Sungai Bengkal menjadi bagian dari upaya mendorong solusi di tingkat desa. Serda Muhammad Mahfuz bersama warga melaksanakan pendampingan peninjauan titik koordinat yang akan menjadi lokasi pembangunan sumur bor bagi kelompok tani Dian Balito.
Peninjauan titik koordinat tersebut menjadi tahapan awal yang penting. Sumur bor diharapkan tidak sekadar menjadi fasilitas tambahan, tetapi mampu menjadi sumber air yang dapat menopang aktivitas pertanian ketika pasokan air dari sumber lain mengalami keterbatasan.
Bagi petani, air merupakan faktor yang menentukan keberlangsungan produksi. Ketika musim kemarau berlangsung, keterbatasan air dapat membuat lahan pertanian sulit memperoleh pasokan yang cukup. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mengganggu pola tanam hingga berpengaruh terhadap produktivitas.
Karena itu, pembangunan infrastruktur air seperti sumur bor memiliki arti strategis bagi kelompok tani. Ketersediaan sumber air yang lebih terjamin memungkinkan petani memiliki alternatif untuk mengairi sawah maupun kebun, sehingga kegiatan pertanian tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.
Dalam konteks yang lebih luas, langkah tersebut sejalan dengan upaya mendukung optimalisasi lahan dan memperkuat ketahanan pangan. Produktivitas pertanian di tingkat desa menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat.
Serda Muhammad Mahfuz mengatakan pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah binaannya.
“Kami berharap dengan adanya sumur bor ini, nantinya petani bisa lebih mudah mendapatkan air untuk sawah dan kebun mereka, terutama saat musim kemarau panjang. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung program optimalisasi lahan untuk ketahanan pangan nasional,” ujar Serda Muhammad Mahfuz.
Pendampingan peninjauan lokasi sumur bor juga memperlihatkan peran Babinsa yang tidak terbatas pada aspek keamanan wilayah. Di tengah masyarakat, Babinsa turut hadir dalam membantu mengidentifikasi dan mendampingi penyelesaian persoalan yang berkaitan langsung dengan kehidupan warga.
Bagi petani Desa Teluk Rendah Pasar, dukungan tersebut menjadi dorongan tersendiri. Kehadiran Babinsa dinilai memberikan bantuan secara fisik sekaligus dukungan moral dalam kegiatan kemasyarakatan.
Pendekatan semacam ini menjadi penting karena persoalan pertanian tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui peningkatan produksi. Infrastruktur dasar, termasuk ketersediaan air, turut menentukan apakah lahan dapat dimanfaatkan secara optimal sepanjang tahun.
Jika sumur bor nantinya dapat berfungsi sesuai harapan, kelompok tani Dian Balito memiliki sumber air yang lebih dapat diandalkan ketika musim kemarau datang. Dengan demikian, risiko terganggunya aktivitas pertanian akibat kekurangan air dapat ditekan.
Upaya di Desa Teluk Rendah Pasar menunjukkan bahwa agenda ketahanan pangan tidak hanya berlangsung dalam skala besar. Di tingkat desa, persoalan seperti akses air untuk sawah dan kebun menjadi bagian nyata dari tantangan yang harus diselesaikan.
Sinergi antara TNI dan masyarakat dalam proses tersebut menjadi modal sosial yang penting. Babinsa hadir sebagai pendamping, sementara masyarakat dan kelompok tani menjadi pihak yang menjalankan dan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk kepentingan pertanian.
Lebih dari sekadar pembangunan sumur, kegiatan ini menggambarkan bagaimana persoalan lokal dapat dikaitkan dengan agenda yang lebih luas: menjaga lahan tetap produktif, membantu petani menghadapi musim kemarau, dan mempertahankan keberlanjutan produksi pangan.
Pada akhirnya, ketahanan pangan berawal dari kemampuan masyarakat mempertahankan produktivitas lahannya. Ketika kebutuhan dasar seperti air dapat dipenuhi dengan lebih baik, petani memiliki peluang lebih besar untuk menjaga sawah dan kebun tetap produktif.
Di Desa Teluk Rendah Pasar, harapan itu kini bertumpu pada sebuah titik koordinat yang telah ditinjau bersama. Dari lokasi tersebut, masyarakat berharap lahir sumber air baru yang bukan hanya membantu menghadapi musim kemarau, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun desa yang lebih mandiri, tangguh, dan produktif. (San)
Isra Mi’raj di Tebo Jadi Momentum Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat
Warga Lubuk Mandarsah Ulu Apresiasi Cek Endra, Minta Listrik Segera Menyala
Wabup Tebo Nazar Efendi: Maulid Nabi Jadi Momentum Hidupkan Keteladanan Rasulullah
Fraksi Gerindra Tebo Dorong SPPG Serap Produk BUMDes, Ketahanan Pangan Harus Berdampak ke Desa
PTA MAN 2 Tebo Jadi Wadah Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan Siswa
Babinsa Rantau Pandan Perkuat Sinergi Desa, Deteksi Dini Jadi Kunci Jaga Keamanan