Maknai Maulid Nabi, SAH Ajak Masyarakat Teladani Kejujuran dan Amanah Rasulullah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:52:50 WIB - Dibaca: 49 kali

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH), mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Foto: Rahim
Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH), mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Foto: Rahim ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut perlu dijadikan ruang untuk kembali memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM atau yang akrab disapa SAH, saat dikonfirmasi pada 25 Agustus 2026.

SAH menilai, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW memiliki makna yang jauh lebih luas karena berkaitan erat dengan pembentukan karakter, kehidupan sosial, hingga cara masyarakat menjalankan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Menurutnya, nilai utama yang perlu dihidupkan dari keteladanan Rasulullah antara lain kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, keadilan serta kepedulian terhadap sesama.

“Maulid Nabi Muhammad SAW harus menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kita kepada Rasulullah. Lebih dari itu, kecintaan tersebut harus diwujudkan melalui akhlak dan perilaku yang mencerminkan keteladanan beliau,” ujar SAH.

Keteladanan Rasulullah Tetap Relevan

SAH mengatakan, Rasulullah Muhammad SAW merupakan teladan universal dalam membangun kehidupan masyarakat yang beradab. Nilai-nilai yang diwariskan Rasulullah, menurutnya, tetap relevan diterapkan di tengah perkembangan zaman dan tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks.

Kemajuan teknologi dan perubahan pola kehidupan, kata dia, seharusnya tidak membuat masyarakat meninggalkan nilai moral. Justru, perkembangan tersebut harus diimbangi dengan karakter yang kuat agar kemajuan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas akhlak.

Karena itu, Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk melakukan refleksi. Masyarakat tidak hanya mengenang perjalanan hidup Rasulullah, tetapi juga mengambil pelajaran dari cara beliau membangun hubungan dengan sesama, menyelesaikan persoalan serta menjalankan amanah.

Pesan Persatuan dan Kepedulian Sosial

Selain membangun akhlak pribadi, SAH menilai Maulid Nabi juga membawa pesan penting mengenai persaudaraan, persatuan dan kepedulian sosial.

Perbedaan latar belakang masyarakat, menurutnya, tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus dikelola menjadi kekuatan untuk menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.

“Rasulullah mengajarkan pentingnya persaudaraan, saling menghormati dan membantu mereka yang membutuhkan. Nilai-nilai ini harus terus kita jaga, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” katanya.

SAH menilai kepedulian sosial merupakan bagian penting dari keteladanan Rasulullah yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat tidak cukup hanya memperhatikan kepentingan pribadi, tetapi juga perlu memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar dan membantu mereka yang membutuhkan.

Politik Juga Membutuhkan Akhlak

Sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, SAH juga mengajak seluruh kader dan masyarakat menjadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai landasan dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing.

Menurutnya, kehidupan politik dan berbangsa juga membutuhkan akhlak. Jabatan dan kekuasaan tidak boleh dipandang sebagai tujuan semata, tetapi merupakan amanah yang harus digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jabatan adalah amanah. Karena itu, semangat Maulid Nabi hendaknya mendorong kita untuk bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, mengutamakan kepentingan masyarakat dan menjauhi sikap yang merugikan orang lain,” tegasnya.

Pesan tersebut, kata SAH, tidak hanya ditujukan kepada mereka yang berada dalam posisi pemerintahan atau politik, tetapi juga kepada seluruh elemen masyarakat.

Setiap orang memiliki tanggung jawab sesuai dengan peran masing-masing. Ketika amanah dijalankan dengan kejujuran, kepedulian dan rasa tanggung jawab, maka kehidupan bersama akan menjadi lebih baik.

Maulid sebagai Momentum Perubahan

Lebih jauh, SAH berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan memperingati Maulid Nabi bukan hanya terlihat dari kemeriahan kegiatan, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai keteladanan Rasulullah mampu diterapkan setelah peringatan tersebut selesai.

Ia mengajak masyarakat menjadikan akhlak Rasulullah sebagai inspirasi untuk membangun karakter yang santun, toleran, peduli dan bertanggung jawab.

“Semoga dengan memperingati Maulid Nabi, kecintaan kita kepada Rasulullah semakin kuat dan keteladanan beliau semakin nyata dalam kehidupan kita. Mari kita jadikan akhlak Rasulullah sebagai inspirasi untuk membangun Jambi dan Indonesia yang lebih maju, damai dan bermartabat,” pungkasnya. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA