Muaro Jambi Perkuat Respons Karhutla, 8 Kecamatan Rawan dan ISPU Capai 200

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:07:05 WIB - Dibaca: 73 kali

Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno menghadiri rapat kunjungan kerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Markas Manggala Agni Daops Sumatera IX/Kota Jambi, Selasa (25/8/2026). Foto: Rahim
Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno menghadiri rapat kunjungan kerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Markas Manggala Agni Daops Sumatera IX/Kota Jambi, Selasa (25/8/2026). Foto: Rahim ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah. Kondisi cuaca yang semakin kering serta meningkatnya potensi kebakaran mendorong penguatan koordinasi lintas sektor untuk memastikan setiap titik api dapat ditangani secepat mungkin.

Persoalan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rapat kunjungan kerja Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, S.E., M.E., di Markas Manggala Agni Daops Sumatera IX/Kota Jambi, Jalan Lingkar Barat I No. 338, Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Selasa (25/8/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno, SP., MM., M.Si. Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah menyampaikan kondisi terkini wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi.

Delapan Kecamatan Masuk Wilayah Rentan

Bupati Muaro Jambi menjelaskan, dari 11 kecamatan yang berada di Kabupaten Muaro Jambi, sebanyak delapan kecamatan tergolong rentan terhadap karhutla.

Kerawanan tersebut mencakup sekitar 42 hektare lahan mineral dan 255 hektare lahan gambut. Karakteristik lahan gambut menjadi salah satu tantangan tersendiri karena kebakaran dapat menjalar di bawah permukaan dan membutuhkan penanganan lebih cepat serta berkelanjutan.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah tidak hanya dituntut melakukan pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi juga memperkuat sistem deteksi dini, koordinasi dan kesiapsiagaan masyarakat.

Bupati menegaskan, kecepatan menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran kecil berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

“Dengan bantuan dan dukungan semua pihak, kita terus melakukan percepatan ketika mendapatkan informasi mengenai kebakaran. Kecepatan dalam merespons sangat penting agar api tidak meluas,” ujar Bambang.

Menurutnya, setiap informasi mengenai titik kebakaran harus segera ditindaklanjuti melalui koordinasi seluruh unsur terkait. Pemerintah daerah melibatkan petugas di lapangan, masyarakat dan berbagai pihak lintas sektor agar proses penanganan dapat dilakukan secara terpadu.

ISPU Capai 200, Dampak Asap Mulai Diantisipasi

Karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lahan dan lingkungan. Dampak yang lebih luas juga mulai dirasakan masyarakat melalui penurunan kualitas udara.

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) telah berada di kisaran angka 200. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kualitas udara yang memburuk dapat mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah telah mengeluarkan edaran mengenai peliburan sementara kegiatan pembelajaran bagi peserta didik jenjang PAUD, TK hingga SMP.

Kebijakan tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan perkembangan kualitas udara dan situasi karhutla di wilayah Muaro Jambi. Artinya, keselamatan dan kesehatan anak menjadi pertimbangan penting ketika kondisi udara memburuk akibat paparan asap.

Langkah perlindungan juga dilakukan melalui pembagian alat pelindung pernapasan. Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi telah mendistribusikan sekitar 35.000 masker kepada masyarakat, sekolah, rumah sakit dan puskesmas.

Distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi risiko paparan asap, sembari penanganan sumber kebakaran terus dilakukan di lapangan.

Respons Cepat Jadi Kunci

Situasi karhutla yang terjadi di tengah kondisi kering menunjukkan bahwa penanganan tidak dapat hanya mengandalkan pemadaman setelah api membesar. Kecepatan mendapatkan informasi, mengidentifikasi titik api dan mengerahkan personel menjadi mata rantai penting dalam pengendalian karhutla.

Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, Manggala Agni, aparat keamanan, masyarakat dan unsur lainnya menjadi bagian penting dalam strategi penanggulangan.

Dalam kunjungan kerja tersebut, pemerintah pusat juga menyampaikan respons terhadap kondisi karhutla di Jambi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penambahan satu unit pesawat water bombing untuk mendukung operasi pemadaman dari udara.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan penanganan, terutama apabila kebakaran terjadi di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Bagi Muaro Jambi, dukungan pusat menjadi penting mengingat luas wilayah dan karakteristik lahan yang dimiliki. Namun, pengendalian karhutla tetap membutuhkan keterlibatan masyarakat sebagai garda terdepan dalam mencegah munculnya titik api.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan sistem pelaporan berjalan cepat, sehingga setiap indikasi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Dari Pemadaman Menuju Pencegahan

Karhutla pada akhirnya bukan sekadar persoalan memadamkan api. Persoalan ini menyangkut perlindungan lingkungan, kesehatan masyarakat, pendidikan, aktivitas ekonomi hingga keselamatan warga.

Dengan delapan dari 11 kecamatan di Muaro Jambi berada dalam kategori rentan, strategi pencegahan menjadi semakin penting. Terlebih, keberadaan lahan gambut membuat risiko kebakaran memiliki karakteristik berbeda dibandingkan lahan mineral.

Kondisi ISPU yang mencapai sekitar 200 juga menunjukkan bahwa dampak karhutla telah bergerak dari persoalan lingkungan menuju persoalan kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat.

Karena itu, penguatan deteksi dini, edukasi masyarakat, kesiapan personel, dukungan peralatan, pemadaman cepat serta perlindungan masyarakat harus berjalan secara bersamaan.

Bupati Muaro Jambi menegaskan, pemerintah daerah akan terus mempercepat penanganan setiap informasi kebakaran dengan mengoptimalkan koordinasi seluruh unsur.

Upaya tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk memastikan karhutla tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas sekaligus melindungi masyarakat Muaro Jambi dari dampak asap yang ditimbulkannya. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA