JAMBIPRIMA.COM, JAMBI — Aksi geng motor dan tawuran menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Jambi dan kepolisian. Dalam rapat koordinasi Forkopimda yang membahas karhutla, geng motor, dan krisis air bersih, Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang memaparkan hasil pemetaan aktivitas kelompok berandalan bermotor di Kota Jambi.
Dari pemetaan Satuan Intelkam Polresta Jambi, polisi mengidentifikasi sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi berkumpul serta kawasan yang rawan terjadi tawuran. Polisi juga memetakan sejumlah sekolah yang siswanya terindikasi terpapar aktivitas kelompok tersebut.
Kapolresta mengungkap, pola kelompok geng motor kini semakin berubah. Salah satunya dalam berkomunikasi. Mereka disebut memanfaatkan grup Instagram dan tidak lagi mengandalkan WhatsApp untuk menghindari pemantauan aparat.
Selain itu, senjata tajam yang akan digunakan untuk tawuran disebut dibawa menggunakan mobil. Setelah aksi, senjata tersebut kembali disembunyikan di dalam kendaraan untuk mengelabui petugas.
Aktivitas di media sosial juga berubah. Kelompok tersebut kini tidak lagi melakukan siaran langsung saat tawuran. Video aksi justru diunggah setelah kejadian.
Polisi Petakan Titik Rawan
Sejumlah lokasi yang dipetakan sebagai titik kumpul antara lain kawasan Daerah 16 di samping Lorong Beradat dekat Toko Wak, sekitar SMAN 11, Terminal Alam Barajo, Taman RTH Putri Pinang Masak, dermaga dekat Mako Polair, Jalan Baljun, Warung Arciol, Pelabuhan Pasir, Jalan Beluran, area pemakaman belakang Gereja HKBP Pal V, serta depan SMP YKPP.
Sementara titik yang dinilai rawan tawuran antara lain Simpang Bata, depan Mall WTC, Simpang Selamat Datang, Simpang Sijenjang, Jalan Dokter Setia Budi, Simpang 4 Sijenjang, Jalan Baru Selincah, Simpang Marena, Simpang Tanjung Lumut, Simpang Kawat, Simpang Puncak hingga kawasan Tugu Pers.
Polisi juga mencatat sejumlah sekolah yang siswanya terindikasi terpapar aktivitas kelompok berandalan bermotor, baik tingkat SMA/SMK maupun SMP sederajat.
Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang menegaskan, pemetaan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian mencegah tawuran dan aktivitas geng motor di Kota Jambi.
Dengan perubahan pola komunikasi dan aksi kelompok, polisi akan meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas di media sosial serta titik-titik rawan guna mencegah tawuran dan menjaga keamanan masyarakat. (Ahmad)
Audit DD Sungai Rambai Masih Berjalan, Inspektorat Periksa Saksi
Petani HKTI Jambi Diminta Jadi Garda Terdepan Cegah Karhutla
FLS3N Musik Tradisi Jambi Disorot, Juara 1 Diduga Tak Sesuai Panduan
HIPSI Jambi Soroti Kritik Kadin soal Laporan Karhutla Gubernur kepada Presiden
Kapolresta Jambi Ungkap Modus Baru Geng Motor, Senjata Disembunyikan di Mobil
Karhutla Tebo Makin Menggila, Empat Lokasi Terbakar dalam Tiga Hari