Maulid Nabi 1448 H di Sungai Bengkal Jadi Momentum Perkuat Keimanan dan Keteladanan Rasulullah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:39:34 WIB - Dibaca: 52 kali

Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Nurul Jalal, Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo. Foto: Subahan
Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Nurul Jalal, Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo. Foto: Subahan ()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 M di Masjid Nurul Jalal, Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Selasa (25/08/2026), menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat keimanan sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan keagamaan tersebut turut dihadiri Babinsa Koramil 416-03/Sungai Bengkal, Serma Musri, yang mewakili Danramil 416-03/Sungai Bengkal Kapten Inf Agus Bentua Sitorus.

Selain unsur TNI, kegiatan juga dihadiri Bhabinkamtibmas, Lurah Sungai Bengkal beserta perangkat kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Panitia menghadirkan Ustadz H. Fahmi, SH., bin Ahmad sebagai penceramah untuk memberikan tausiah kepada jamaah mengenai makna kelahiran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan itu, Serma Musri menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih diberikan kesempatan untuk bersama-sama memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Dengan seizin Allah SWT, pada hari ini kita kembali memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujar Serma Musri.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut dapat menjadi ruang bagi setiap umat Islam untuk melakukan evaluasi terhadap diri sendiri sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.

Serma Musri juga memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berperan sehingga kegiatan Maulid Nabi dapat terlaksana.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terlaksananya kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1448 H/2026 M. Mudah-mudahan melalui peringatan Maulid tahun ini kita semua bisa mereguk keberkahan dan mengevaluasi diri seraya mempertebal ubudiyah kepada Allah SWT,” katanya.

Ia menambahkan, kecintaan kepada Rasulullah SAW hendaknya tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan melalui perilaku dan amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Serma Musri mengingatkan masyarakat agar terus memohon keberkahan dan syafaat dari Nabi Muhammad SAW, sembari meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT serta hubungan sosial dengan sesama.

“Jangan pula pernah lupa agar kita terus mengharapkan datangnya syafaat dari Baginda Nabi Muhammad SAW, bukan hanya nanti di Yaumil Akhir, akan tetapi juga mendapat keberkahan dalam menjalani hidup di dunia ini,” tuturnya.

Menjadikan Rasulullah sebagai Teladan

Peringatan Maulid Nabi juga menjadi pengingat bahwa keteladanan Rasulullah SAW memiliki relevansi dalam berbagai aspek kehidupan. Akhlak, kesabaran, kejujuran, kepedulian dan sikap saling menghormati merupakan nilai yang dapat diterapkan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, Serma Musri mengajak jamaah menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai dorongan untuk memperbanyak kebaikan sekaligus memperbaiki diri.

“Mari kita manfaatkan kegiatan ini dengan melakukan segala kebaikan sebagai bukti rasa syukur kehadirat Allah SWT, serta menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Mari bersama-sama kita tingkatkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan keimanan tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia kepada Allah SWT, tetapi juga tercermin melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sosial.

“Dengan hikmah Maulid Nabi, mari kita tingkatkan keimanan, sehingga kita menjadi manusia yang berkepribadian, tabah dan dapat melaksanakan ajaran agama dengan baik serta berguna bagi keluarga, bangsa dan negara,” tutur Serma Musri.

Kehadiran unsur Babinsa dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat. Kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi dinilai menjadi ruang positif untuk membangun kebersamaan antara aparat kewilayahan, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan warga.

Di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang, nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat menjadi landasan dalam menjaga kerukunan, memperkuat kepedulian sosial dan menciptakan lingkungan masyarakat yang harmonis.

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Nurul Jalal tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan mendorong masyarakat Sungai Bengkal agar semakin mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. (San)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA