JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-53 Tingkat Kabupaten Bungo yang dipusatkan di Kecamatan Rantau Pandan resmi berakhir. Perhelatan yang mempertemukan para kafilah terbaik dari berbagai kecamatan itu ditutup langsung oleh Bupati Bungo, H. Dedy Putra, S.H., M.Kn., pada Jumat (28/8/2026) malam.
Penutupan berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus meriah. Sejumlah unsur penting turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bungo, Ketua TP-PKK Kabupaten Bungo, Ketua GOW, jajaran pemerintah daerah, serta tamu undangan lainnya.
Namun, di balik seremoni penutupan dan pengumuman para juara, MTQ ke-53 menyisakan pesan yang lebih besar: kompetisi membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an tidak berhenti ketika panggung perlombaan dibongkar.
Berdasarkan keputusan dewan hakim, Kecamatan Bathin II Babeko berhasil merebut posisi tertinggi dan dinobatkan sebagai Juara Umum MTQ ke-53 Tingkat Kabupaten Bungo.
Keberhasilan tersebut sekaligus menempatkan Bathin II Babeko sebagai salah satu kekuatan penting dalam peta pembinaan tilawatil Qur’an di Kabupaten Bungo.
Di bawahnya, persaingan lima besar berlangsung dengan komposisi:
Capaian tersebut tidak hanya berbicara mengenai siapa yang membawa pulang gelar juara. Lebih jauh, hasil MTQ menjadi gambaran mengenai sejauh mana pembinaan qari, qariah, hafiz, hafizah dan cabang-cabang lainnya berjalan di masing-masing kecamatan.
Karena itu, kemenangan dalam MTQ idealnya tidak berhenti pada pemberian piala. Prestasi tersebut perlu dilanjutkan dengan pembinaan berkelanjutan agar para peserta yang telah menunjukkan kemampuan dapat berkembang dan mampu bersaing pada jenjang yang lebih tinggi.
Di sisi lain, Kecamatan Rantau Pandan tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan. Pemerintah kecamatan bersama masyarakat memikul tanggung jawab sebagai tuan rumah untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik.
Camat Rantau Pandan Sirojudin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bungo dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MTQ.
“Kami segenap pemerintahan Kecamatan Rantau Pandan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bungo dan semua pihak yang sudah mendukung dan berpartisipasi dalam perhelatan MTQ ke-53 tingkat Kabupaten Bungo di Kecamatan Rantau Pandan,” ujar Sirojudin.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat.
Bagi sebuah kecamatan, menjadi tuan rumah MTQ bukan sekadar menyediakan lokasi perlombaan. Ada pekerjaan besar di belakang panggung: menyiapkan sarana, menerima kafilah, mengatur mobilitas, menjaga kenyamanan peserta dan tamu, hingga memastikan masyarakat dapat terlibat dalam suasana syiar Islam.
Dalam konteks itu, apresiasi Bupati Bungo terhadap Rantau Pandan menjadi bagian penting dari evaluasi penyelenggaraan MTQ tahun ini.
Dalam sambutannya seusai penutupan, Bupati Dedy Putra tidak hanya memberikan ucapan selamat kepada para pemenang. Ia juga mengingatkan bahwa kemenangan dan kekalahan dalam sebuah kompetisi bukan tujuan akhir.
“Selamat kepada Kecamatan Bathin II Babeko yang telah berhasil meraih Juara Umum, serta seluruh kafilah yang mengukir prestasi di MTQ ke-53 ini. Bagi yang belum menang, jadikan ini motivasi untuk terus melatih diri,” kata Dedy.
Pesan tersebut menjadi penting karena MTQ pada dasarnya memiliki dimensi yang lebih luas dibandingkan perlombaan. Di satu sisi terdapat kompetisi untuk menghasilkan peserta terbaik, tetapi di sisi lain ada misi pembinaan dan syiar yang harus terus berjalan di tengah masyarakat.
“ Ingat, akhir dari kompetisi ini bukanlah akhir dari syiar Qur’ani, melainkan awal untuk membina potensi lokal kita agar semakin matang di level yang lebih tinggi,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa pemerintah daerah ingin menjadikan MTQ sebagai bagian dari proses pembinaan sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang memiliki kemampuan di bidang Al-Qur’an.
Tantangannya adalah memastikan para juara dan peserta terbaik tidak hanya muncul ketika MTQ digelar. Mereka perlu mendapatkan ruang pembinaan setelah kompetisi berakhir, sehingga kemampuan yang telah dibangun tidak berhenti pada satu momentum.
Penutupan MTQ ke-53 sekaligus menjadi awal persiapan menuju penyelenggaraan berikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kecamatan Jujuhan resmi ditunjuk sebagai tuan rumah MTQ ke-54 Tingkat Kabupaten Bungo.
Perpindahan tuan rumah ini memberikan waktu bagi Kecamatan Jujuhan untuk melakukan persiapan secara lebih matang, baik dari sisi infrastruktur maupun kesiapan sumber daya manusia.
Bagi pemerintah kecamatan, penunjukan sebagai tuan rumah tentu membawa peluang sekaligus tanggung jawab. MTQ dapat menjadi momentum untuk menggerakkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi wilayah kepada para peserta dan tamu dari seluruh Kabupaten Bungo.
Bupati Dedy Putra pun menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Rantau Pandan.
“Terima kasih setinggi-tingginya kepada masyarakat dan Pemerintah Kecamatan Rantau Pandan yang sukses menjadi tuan rumah yang luar biasa. Sampai jumpa di MTQ berikutnya di Kecamatan Jujuhan, mari kita persiapkan diri lebih baik lagi,” ujarnya.
MTQ ke-53 akhirnya ditutup dengan Bathin II Babeko berdiri sebagai juara umum. Namun, jika dilihat lebih jauh, pemenang sesungguhnya bukan hanya satu kecamatan.
Ada anak-anak dan generasi muda yang mendapatkan pengalaman bertanding. Ada para pembina yang menguji hasil pembinaan mereka. Ada masyarakat yang kembali disatukan dalam sebuah kegiatan keagamaan. Dan ada pemerintah daerah yang memiliki pekerjaan lanjutan untuk memastikan syiar dan pembinaan Al-Qur’an tidak berhenti setelah panggung MTQ selesai.
Dari Rantau Pandan, estafet itu kini bergerak menuju Jujuhan.
Piala boleh berpindah tangan. Tuan rumah boleh berganti. Tetapi pekerjaan membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an membutuhkan proses yang jauh lebih panjang daripada satu pekan perlombaan.
MTQ ke-53 telah selesai. MTQ ke-54 menanti. Dan pekerjaan membina generasi Qur’ani Kabupaten Bungo baru saja memasuki babak berikutnya. (Sab)
Pemkab Bungo Sampaikan KUA-PPAS APBD 2027, Tekanan Fiskal Capai Rp280 Miliar
Danrem 042/Gapu Pantau Karhutla di Tahura Batanghari, Petugas Dapat Dukungan Vitamin
2 Buaya Tersangkut Saat Warga Bungo Buka Lubuk Larangan, Keduanya Dilepas
Peduli Warga, Babinsa Dampingi Penyaluran BLT DD Triwulan III di Bungo
Polisi Tangkap Pemuda 21 Tahun di Bungo, 3,22 Gram Sabu Disita
Khalis Mustiko Buka Muscam VI, Hananto Kembali Nahkodai Golkar Rimbo Ilir
Anggota DPD RI Dapil Jambi Eviana Sampaikan Pesan Maulid Nabi