Bungo–Batanghari Satukan Potensi, Menunggu Kerja Sama Berbuah Manfaat Nyata

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:20:15 WIB - Dibaca: 64 kali

Bupati Bungo H. Dedy Putra dan Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antardaerah di Rumah Dinas Bupati Bungo, Kamis malam (27/8/2026). Foto: Subahan
Bupati Bungo H. Dedy Putra dan Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antardaerah di Rumah Dinas Bupati Bungo, Kamis malam (27/8/2026). Foto: Subahan ()

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Hubungan antardaerah tidak selalu harus dibangun melalui program besar yang langsung terlihat hasilnya. Kadang, langkah awal justru dimulai dari satu meja, satu komitmen, dan kesepakatan untuk membuka ruang kerja sama.

Semangat itulah yang terlihat dalam pertemuan Pemerintah Kabupaten Bungo dan Pemerintah Kabupaten Batanghari di Rumah Dinas Bupati Bungo, Kamis malam (27/8/2026). Dua pemerintah daerah di Provinsi Jambi tersebut sepakat memperkuat sinergi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Bungo H. Dedy Putra dan Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief.

Di atas kertas, kerja sama itu mencakup beberapa bidang, mulai dari kepemudaan, olahraga dan pariwisata, pendidikan dan kebudayaan, administrasi kependudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil), hingga bidang sosial.

Namun, substansi penting dari kesepakatan tersebut berada pada bagaimana kerja sama antardaerah itu diterjemahkan menjadi program yang benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat.

Bukan Sekadar Tanda Tangan

Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief menegaskan, PKS antara kedua daerah tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif.

Menurutnya, masih banyak ruang yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi Bungo dan Batanghari, baik dalam pengembangan sumber daya manusia maupun sektor-sektor yang memiliki potensi ekonomi dan sosial.

“Kita ingin kerja sama ini tidak hanya sebatas penandatanganan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Banyak hal yang bisa kita sinergikan antara Bungo dan Batanghari,” ujar Fadhil Arief.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kerja sama antardaerah memiliki arti lebih luas daripada sekadar hubungan kelembagaan. Pemerintah daerah dapat saling bertukar pengalaman, mempertemukan potensi, serta mencari solusi terhadap persoalan yang memiliki karakteristik serupa.

Terlebih, setiap daerah memiliki keunggulan dan pengalaman berbeda dalam mengelola pembangunan. Ketika pengalaman tersebut dipertukarkan, kebijakan yang telah berjalan baik di satu daerah berpeluang dikembangkan di daerah lainnya.

Membuka Ruang Sinergi Antar-Sektor

Bidang yang masuk dalam PKS juga memperlihatkan luasnya ruang kolaborasi.

Kepemudaan dan olahraga, misalnya, dapat menjadi pintu masuk pengembangan sumber daya manusia sekaligus memperkuat hubungan sosial antargenerasi muda.

Sementara sektor pariwisata dapat dikembangkan melalui pertukaran pengalaman dalam pengelolaan destinasi dan promosi potensi daerah.

Begitu pula pendidikan dan kebudayaan yang memiliki dimensi lebih panjang. Pertukaran pengetahuan, pengalaman pengelolaan pendidikan, hingga penguatan nilai budaya lokal dapat menjadi bagian dari kerja sama yang berkelanjutan.

Di sisi lain, kerja sama Dukcapil dan sosial memiliki karakter yang lebih langsung menyentuh pelayanan publik. Penguatan koordinasi dan pertukaran pengalaman di bidang tersebut dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Artinya, PKS Bungo–Batanghari membuka sejumlah pintu yang nantinya membutuhkan tindak lanjut konkret dari perangkat daerah masing-masing.

Dedy Putra: Potensi Daerah Bisa Dikolaborasikan

Bupati Bungo H. Dedy Putra menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut.

Menurutnya, hubungan antarpemerintah daerah harus terus dibangun. Bukan hanya untuk memperkuat komunikasi kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang untuk saling belajar dan berbagi pengalaman dalam menjalankan pembangunan.

“Kami menyambut baik kerja sama ini. Bungo dan Batanghari memiliki banyak potensi untuk dikolaborasikan, sehingga ke depan sinergi ini bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Dedy Putra.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena keberhasilan sebuah PKS pada akhirnya tidak ditentukan oleh prosesi penandatanganannya, melainkan oleh program turunan yang lahir setelahnya.

Karena itu, tantangan berikutnya bagi kedua pemerintah daerah adalah memastikan setiap bidang yang disepakati memiliki langkah kerja yang jelas, perangkat daerah yang terlibat, serta program yang dapat diukur manfaatnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, para asisten, kepala OPD, serta kepala bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bungo.

Kehadiran jajaran perangkat daerah tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa kerja sama antardaerah membutuhkan keterlibatan lintas sektor, bukan hanya kepala daerah.

Dari Ruang Pertemuan ke Lapangan

Menariknya, suasana kerja sama Bungo dan Batanghari tidak berhenti di ruang pertemuan.

Sehari setelah penandatanganan PKS, Jumat (28/8/2026), hubungan kedua daerah kembali diperkuat melalui pertandingan persahabatan mini soccer.

Bupati Bungo H. Dedy Putra dan Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief turut turun langsung dalam pertandingan tersebut.

Jika penandatanganan PKS menjadi simbol kerja sama secara kelembagaan, maka pertandingan mini soccer menjadi bentuk silaturahmi dalam suasana yang lebih cair.

Olahraga menjadi medium untuk membangun komunikasi informal, menciptakan kekompakan, sekaligus mempererat hubungan antara pimpinan dan jajaran kedua pemerintah daerah.

Momentum tersebut memperlihatkan bahwa membangun sinergi pemerintahan tidak selalu berlangsung dalam forum resmi. Hubungan personal dan komunikasi yang baik juga dapat menjadi modal penting dalam membangun kerja sama antardaerah.

Menunggu Bukti di Lapangan

Kini, pekerjaan sesungguhnya justru dimulai setelah pena diletakkan dan dokumen kerja sama ditandatangani.

PKS Bungo–Batanghari memiliki sejumlah sektor yang potensial untuk dikembangkan. Namun, tanpa program tindak lanjut, kesepakatan tersebut berisiko hanya menjadi dokumen kerja sama yang tersimpan dalam arsip pemerintahan.

Sebaliknya, apabila diturunkan menjadi program konkret, kerja sama tersebut dapat menjadi model kolaborasi antardaerah yang memberikan manfaat nyata.

Mulai dari pengembangan pemuda dan olahraga, promosi pariwisata, pendidikan dan kebudayaan, peningkatan pelayanan administrasi kependudukan, hingga penguatan bidang sosial, semuanya memiliki peluang untuk menghasilkan program bersama.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kerja sama Bungo dan Batanghari bukan terletak pada meriahnya seremoni, melainkan pada seberapa jauh masyarakat merasakan manfaatnya.

Dari Rumah Dinas Bupati Bungo, sebuah komitmen telah ditandatangani. Dari lapangan mini soccer, silaturahmi kembali diperkuat.

Kini, publik menunggu bagaimana jembatan kerja sama tersebut benar-benar dibangun menjadi jalan bersama bagi kemajuan Bungo dan Batanghari. (San)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA