JAMBIPRIMA.COM, MUARO JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi perhatian serius di wilayah Provinsi Jambi. Di tengah ancaman meluasnya titik api dan dampaknya terhadap lingkungan, penanganan di lapangan tidak hanya membutuhkan kekuatan personel, tetapi juga kecepatan mengambil keputusan dan koordinasi lintas sektor.
Kondisi tersebut terlihat di Desa Londerang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Jumat (28/8/2026), Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin turun langsung meninjau lokasi Karhutla untuk memastikan kondisi terkini sekaligus melihat perkembangan penanganan yang dilakukan oleh Satgas Karhutla.
Peninjauan ini menjadi penting karena kondisi kebakaran di lapangan dapat berubah dengan cepat. Titik api yang belum sepenuhnya terkendali berpotensi menjalar ke area lain, terutama apabila kondisi lahan, cuaca dan arah angin mendukung penyebaran api.
Setibanya di lokasi, Brigjen TNI Nyamin didampingi Kasiops Korem 042/Gapu, Kabagops Polda Jambi, personel Manggala Agni, perwakilan PT WKS serta unsur terkait lainnya. Mereka melihat langsung kondisi lahan terdampak dan perkembangan titik api.
Dari peninjauan tersebut, Danrem tidak hanya mendapatkan gambaran mengenai kondisi terkini Karhutla, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana personel gabungan bekerja menghadapi kebakaran di lapangan.
Usai melakukan pemantauan, Brigjen TNI Nyamin melanjutkan perjalanan menuju sasaran Karhutla. Di lokasi tersebut, ia ikut terlibat dalam upaya pemadaman bersama personel gabungan.
Kehadiran pimpinan satuan di tengah lokasi kebakaran memiliki arti lebih dari sekadar simbolis. Medan Karhutla yang tidak mudah dijangkau membutuhkan koordinasi cepat antara unsur yang berada di lapangan. Setiap perkembangan titik api harus dapat segera disampaikan dan ditindaklanjuti.
Karena itu, pengendalian Karhutla membutuhkan pola kerja yang terintegrasi. TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat memiliki peran masing-masing yang harus berjalan secara bersamaan.
Danrem 042/Gapu menekankan pentingnya kecepatan dalam melakukan pemadaman. Api yang terlambat ditangani dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan pada akhirnya meningkatkan risiko terhadap lingkungan maupun masyarakat di sekitar kawasan terdampak.
Karhutla bukan persoalan yang dapat diselesaikan oleh satu institusi. Ketika api muncul di kawasan yang memiliki karakteristik lahan tertentu, upaya pemadaman harus disesuaikan dengan kondisi medan dan perkembangan kebakaran.
Di sinilah koordinasi menjadi salah satu faktor penentu.
Keterlibatan personel TNI dan Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, dunia usaha hingga masyarakat menunjukkan bahwa penanganan Karhutla di Muaro Jambi dilakukan melalui pendekatan lintas sektor.
Peran dunia usaha juga menjadi bagian dari sistem penanganan di lapangan. Kehadiran perwakilan PT WKS dalam peninjauan bersama unsur Satgas menunjukkan pentingnya keterlibatan pemegang konsesi dan pihak terkait dalam membantu pengendalian kebakaran di wilayah masing-masing.
Namun, pemadaman bukan satu-satunya tantangan. Setelah api berhasil dikendalikan, potensi munculnya kembali titik api tetap harus diantisipasi. Pemantauan dan deteksi dini menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran kembali berkembang.
Peninjauan Danrem di Londerang juga memperlihatkan bahwa strategi penanganan Karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah membesar. Respons cepat terhadap titik api menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penyebaran kebakaran.
Setiap titik api yang ditemukan harus segera dipetakan, dipantau dan ditangani. Dengan demikian, potensi kebakaran meluas dapat ditekan sejak awal.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan. Karhutla yang meluas tidak hanya menyebabkan kerusakan lahan, tetapi juga dapat menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas masyarakat serta berdampak terhadap kualitas udara.
Karena itu, pengendalian Karhutla di Londerang menjadi bagian dari upaya yang lebih besar untuk menjaga wilayah Jambi dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Penanganan Karhutla di wilayah Muaro Jambi terus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat.
Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat ditangani secara cepat. Namun, keberhasilan pengendalian Karhutla tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memadamkan api, melainkan juga konsistensi melakukan pemantauan setelah api dinyatakan padam.
Turunnya Danrem 042/Gapu secara langsung ke lokasi menjadi bagian dari penguatan koordinasi tersebut. Pesan yang disampaikan jelas: setiap perkembangan titik api tidak boleh dianggap remeh dan harus segera ditindaklanjuti.
Sebab dalam penanganan Karhutla, kecepatan respons hari ini dapat menentukan seberapa besar dampak kebakaran pada hari berikutnya. (Rhm)
Ketua SMSI Jambi Puji Dedy Putra, Gigih Lobi Pusat dan Gaet Investasi untuk Bungo
Diduga Tambang Ilegal di Batanghari, GERAM Desak Mabes Polri Periksa AE-NA
Juara 1 FLS3N Musik Tradisi Jambi Dipersoalkan, Disdik Tunggu Jawaban Dewan Juri
Ratusan Excavator Diduga Keruk Emas Ilegal di Lubuk Beringin Siau, Warga Desak Kapolda Jambi Turun
DPRD Jambi Soroti Modal Rp10 Miliar ke Bank Jambi, Minta Kajian dan Kejelasan Aset
Karhutla Mulai Picu Kabut Asap di Bungo, BPBD Keluarkan Imbauan