JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi salah satu kunci penting dalam memutus potensi kebakaran sejak dini.
Langkah preventif tersebut dilakukan Babinsa Koramil 416-03/Sungai Bengkal, Serda Muhammad Mahfuz, melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) sekaligus sosialisasi pencegahan karhutla bersama masyarakat di Desa Teluk Rendah Pasar, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Selasa (1/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Serda Muhammad Mahfuz menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama di tengah kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Masyarakat diingatkan agar tidak menggunakan api sebagai cara untuk membuka atau membersihkan lahan. Kebiasaan membakar lahan, meski dilakukan dalam skala kecil, dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan apabila kondisi cuaca dan angin mendukung.
Tak hanya memberikan pemahaman, Babinsa juga mendorong warga agar memiliki kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat maupun pihak terkait apabila menemukan tanda-tanda munculnya asap, api, ataupun aktivitas yang berpotensi memicu karhutla.
Sebagai tindak lanjut sosialisasi, Serda Muhammad Mahfuz bersama unsur masyarakat juga melakukan patroli dan pemantauan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan karhutla.
Patroli tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini. Dengan pemantauan secara langsung, potensi kebakaran diharapkan dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.
Dari hasil pemantauan di lapangan, tidak ditemukan adanya titik api maupun kepulan asap yang mengindikasikan terjadinya karhutla.
Meski kondisi wilayah terpantau aman, kewaspadaan tetap menjadi perhatian. Terlebih, potensi kebakaran lahan dapat meningkat ketika memasuki periode cuaca panas dan kondisi lahan mulai mengering.
Serda Muhammad Mahfuz mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan terus menjaga lingkungan secara bersama-sama. Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, bukan hanya mengandalkan aparat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kalau melihat ada asap atau titik api, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat. Pencegahan akan jauh lebih baik daripada kita harus menghadapi kebakaran yang sudah meluas,” ujar Serda Muhammad Mahfuz.
Ia menegaskan, kegiatan sosialisasi dan patroli akan terus dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan Koramil 416-03/Sungai Bengkal dalam mencegah terjadinya karhutla, khususnya di wilayah Kecamatan Tebo Ilir.
Sinergi antara Babinsa dan masyarakat diharapkan mampu membangun sistem kewaspadaan dari tingkat lingkungan. Dengan kepedulian bersama, potensi karhutla dapat ditekan dan kelestarian lingkungan tetap terjaga. (San)
Babinsa Tanjung Aur Sebrang Edukasi Warga Cegah Stunting, Tekankan Pentingnya Gizi Anak
RDP PT SMS Memanas, Komisi III DPRD Tebo Soroti Truk CPO Diduga Over Tonase
Babinsa dan Bhabinkamtibmas Cek Hotspot di Bungo-Tebo, Cegah Karhutla Meluas
Komsos di Desa Kandang, Babinsa Ingatkan Warga Waspadai Dampak Cuaca Kurang Bersahabat
Babinsa Sungai Bengkal Turun ke Lahan Warga, Dorong Ketahanan Pangan dari Desa Muara Ketalo
Karhutla HP Patah Tumbuh Tebo Dipadamkan, BPBD Ajukan Water Bombing
Pastikan Tepat Sasaran, Babinsa Turun Dampingi Penyaluran Bantuan Beras untuk Warga Bathin III