Babinsa Tanjung Aur Sebrang Edukasi Warga Cegah Stunting, Tekankan Pentingnya Gizi Anak

Selasa, 01 September 2026 - 10:42:36 WIB - Dibaca: 19 kali

Kopka Sutanto tampak akrab bersama anak-anak saat memberikan edukasi pencegahan stunting di Desa Tanjung Aur Sebrang, Selasa (01/09/2026). Foto: Subahan
Kopka Sutanto tampak akrab bersama anak-anak saat memberikan edukasi pencegahan stunting di Desa Tanjung Aur Sebrang, Selasa (01/09/2026). Foto: Subahan ()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Upaya mencegah stunting tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan. Peran keluarga, terutama orang tua, menjadi salah satu kunci dalam memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup dan tumbuh sesuai tahapan perkembangannya.

Hal tersebut menjadi perhatian Babinsa Desa Tanjung Aur Sebrang, Koramil 416-04/Pulau Temiang, Kopka Sutanto, saat melaksanakan kegiatan edukasi pencegahan dan pengurangan risiko stunting di wilayah binaannya, Selasa (01/09/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kopka Sutanto mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi anak. Edukasi diberikan sebagai bagian dari dukungan Babinsa terhadap program pemerintah dalam menekan angka stunting di wilayah binaan.

Menurutnya, persoalan stunting perlu dicegah sejak dini melalui pola hidup sehat, pemenuhan kebutuhan gizi yang seimbang, serta perhatian orang tua terhadap kondisi pertumbuhan anak.

“Orang tua memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Dengan memberikan makanan yang bergizi dan memperhatikan kesehatan anak secara rutin, diharapkan risiko stunting dapat ditekan,” ujar Kopka Sutanto.

Ia menjelaskan, makanan bergizi dan seimbang menjadi salah satu fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, orang tua diharapkan tidak hanya memperhatikan jumlah makanan yang diberikan, tetapi juga kualitas serta keberagaman kandungan gizinya.

Di sisi lain, pemantauan pertumbuhan anak secara berkala juga perlu dilakukan. Masyarakat diminta memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia dan tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan adanya persoalan terkait pertumbuhan maupun kesehatan anak.

Pencegahan Dimulai dari Keluarga

Stunting pada dasarnya bukan persoalan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Pencegahannya membutuhkan perhatian sejak masa kehamilan hingga periode pertumbuhan anak, dengan keterlibatan berbagai pihak.

Dalam konteks tersebut, keluarga menjadi lingkungan pertama yang menentukan kebiasaan makan, kebersihan, serta pola pengasuhan anak. Kesadaran orang tua untuk memenuhi kebutuhan gizi dan memantau kesehatan anak menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.

Kopka Sutanto juga mendorong masyarakat agar tidak bersikap pasif ketika menemukan indikasi gangguan pertumbuhan pada anak. Konsultasi dengan tenaga kesehatan dinilai penting agar kondisi anak dapat diketahui lebih awal dan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.

Selain itu, keterlibatan Babinsa dalam memberikan edukasi menjadi bagian dari pendekatan langsung kepada masyarakat. Melalui komunikasi dengan warga, pesan mengenai pentingnya kesehatan anak diharapkan dapat diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sinergi Tekan Risiko Stunting

Upaya menekan risiko stunting membutuhkan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparat kewilayahan dan masyarakat. Babinsa sebagai bagian dari pembinaan teritorial memiliki ruang untuk membantu menyampaikan informasi sekaligus mendorong kepedulian warga terhadap persoalan kesehatan di lingkungannya.

Kegiatan edukasi yang dilakukan Kopka Sutanto diharapkan tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi dapat mendorong perubahan perilaku di tingkat keluarga.

Masyarakat pun diingatkan untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan pelayanan kesehatan dan memanfaatkan fasilitas konsultasi yang tersedia. Dengan deteksi serta perhatian sejak dini, berbagai risiko yang dapat menghambat tumbuh kembang anak diharapkan bisa diminimalkan.

“Yang paling penting adalah kepedulian dan perhatian kita bersama terhadap tumbuh kembang anak. Jika ada masalah kesehatan atau pertumbuhan, segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya. (San)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA