Ekspor Jambi Turun 4,67 Persen pada Juli 2026, Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama

Selasa, 01 September 2026 - 15:10:06 WIB - Dibaca: 81 kali

Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha saat menyampaikan rilis Berita Resmi Statistik. Foto: Rahim
Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha saat menyampaikan rilis Berita Resmi Statistik. Foto: Rahim ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Kinerja ekspor asal Provinsi Jambi mengalami penurunan pada Juli 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat nilai ekspor turun 4,67 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Nilai ekspor Jambi pada Juni 2026 tercatat sebesar US$190,78 juta. Angka tersebut kemudian menurun menjadi US$181,87 juta pada Juli 2026.

Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha mengatakan, berdasarkan perkembangan hingga Juli 2026, sektor industri masih menjadi penyumbang terbesar terhadap total ekspor Jambi.

Kontribusi kelompok industri tercatat mencapai 50,74 persen. Selanjutnya, kelompok pertambangan menyumbang 44,90 persen dan sektor pertanian sebesar 4,36 persen.

"Secara kumulatif sektor pertanian mengalami penurunan signifikan, utamanya pertanian kelapa, diikuti penurunan sektor pertambangan yakni batubara. Sedangkan sektor industri pengolahan mengalami kenaikan, ini umumnya dari lemak minyak nabati," kata Aidil dalam rilis Berita Resmi Statistik, Selasa (1/9/2026).

Dari sisi tujuan perdagangan, Singapura menjadi negara dengan nilai ekspor terbesar dari Jambi pada Juli 2026. Posisi berikutnya ditempati Malaysia, Jepang, India, dan Amerika Serikat.

Sementara itu, aktivitas impor Jambi juga mengalami penurunan cukup tajam. Nilai impor pada Juli 2026 tercatat US$4,65 juta, merosot 48,45 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai US$9,02 juta.

Aidil menjelaskan, transaksi impor terbesar Jambi pada Juli berasal dari Tiongkok, kemudian Malaysia, Kanada, Singapura, dan Perancis.

Berdasarkan kelompok komoditas, mesin dan alat angkutan masih mendominasi struktur impor Jambi hingga Juli 2026 dengan kontribusi sebesar 66,87 persen.

Kelompok hasil industri dan lainnya berada di urutan kedua dengan kontribusi 26 persen, sedangkan bahan kimia dan sejenisnya menyumbang 6,58 persen.

"Sampai dengan bulan Juli 2026 kelompok komoditi mesin dan alat angkutan memiliki kontribusi terbesar terhadap total impor di Provinsi Jambi yaitu sebesar 66,87 persen, diikuti kelompok komoditi hasil industri dan lainnya sebesar 26,00 persen, serta kelompok komoditi bahan kimia dan sejenisnya sebesar 6,58 persen," tuturnya. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA