Hari Pelanggan Nasional, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jambi Turun Langsung Layani Peserta

Jumat, 04 September 2026 - 15:44:29 WIB - Dibaca: 82 kali

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi melayani peserta.
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi melayani peserta. (BPJS Ketenagakerjaan)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi memanfaatkan momentum Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) yang diperingati setiap 4 September untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada peserta.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, Hendra Elvian, turun langsung memberikan pelayanan kepada peserta yang datang ke kantor. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat, cepat, mudah dan nyaman.

Hendra mengatakan, peringatan Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk kembali memperkuat orientasi pelayanan kepada peserta.

Menurutnya, peserta memiliki peran penting dalam keberlangsungan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena itu, pelayanan yang diberikan tidak hanya harus mudah dari sisi proses, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dan kepastian.

“Melalui momentum Hari Pelanggan Nasional ini, kami ingin menunjukkan bahwa pelayanan kepada peserta menjadi prioritas utama. Kami akan terus berupaya memberikan layanan yang terbaik, tidak hanya melalui sistem yang semakin mudah, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan peserta,” ujar Hendra.

Peserta yang datang untuk mengurus administrasi maupun klaim juga mendapat sejumlah bentuk apresiasi dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi. Apresiasi tersebut diberikan dalam bentuk hadiah serta sarapan gratis.

Kegiatan itu sekaligus menjadi kesempatan bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk menyampaikan informasi mengenai program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) kepada peserta dan penerima manfaat.

Program tersebut diarahkan untuk memperluas manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan melalui penguatan kemampuan ekonomi penerima manfaat. Tidak hanya memberikan perlindungan berupa santunan, program PEKA juga mendorong penerima manfaat agar mampu mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri.

Dalam pelaksanaannya, peserta maupun keluarga penerima manfaat dapat memperoleh literasi serta pelatihan kewirausahaan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu mereka mengelola manfaat yang diterima secara produktif dan mengembangkannya menjadi sumber penghasilan.

Hendra menjelaskan, PEKA juga menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi dampak ekonomi yang mungkin muncul ketika peserta mengalami risiko sosial, seperti kecelakaan kerja, memasuki masa pensiun, maupun meninggal dunia.

“Melalui PEKA, kami berharap penerima manfaat tidak hanya menerima santunan, tetapi juga memiliki bekal untuk mengembangkan kemampuan usaha. Dana manfaat yang diterima dapat menjadi modal awal untuk membangun sumber penghasilan baru sehingga keluarga tetap memiliki kemandirian ekonomi,” katanya. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA